Nyeri haid bisa jadi karena varises di panggul

Nyeri haid bisa jadi karena varises di panggul

Ilustrasi seorang wanita mengalami nyeri saat haid (Pexels)

Jakarta (ANTARA) - Varises atau pelebaran pembuluh darah vena bisa juga terjadi di area panggul. Pelebaran pembuluh darah di perut bagian bawah yang mengarah ke sindrom kongesti panggul (PCS) ini salah satu tandanya nyeri pada panggul.

Beberapa wanita yang mengalami varises panggul ini memang mengalami menstruasi yang menyakitkan, menurut konsultan senior serta ahli bedah vaskular dan endovaskular di The Harley Street Heart and Vascular Center di Gleneagles Hospital, Singapura, Sriram Narayanan.

Tetapi tidak mudah untuk mendeteksi PCS, karena gejalanya bisa disalahartikan sebagai berbagai masalah, dari ginekologi hingga gastrointestinal, seperti diare atau sembelit dari sindrom iritasi usus besar.

Nyeri panggul, menstruasi yang berat dan atau berkepanjangan dan nyeri saat berhubungan seksual juga merupakan beberapa gejala PCS tetapi juga dapat terlihat pada pasien dengan endometriosis, fibroid, atau kista ovarium.

Selain itu, PCS dapat terjadi bersamaan dengan kista ovarium. Nyerinya juga sangat sangat bervariasi. Rasa sakitnya seringkali lebih buruk di penghujung hari atau setelah lama berdiri.

"Karena sindrom kongesti panggul kondisi kronis, kami memperkirakan pasien mengalami nyeri panggul dan perut setidaknya selama enam bulan terutama di area ovariumnya," kata Narayanan seperti dilansir Channel News Asia.

Petunjuk penting lainnya tentang PCS yakni ada varises di kaki, terutama di daerah paha atas atau selangkangan.

Risiko seseorang terkena PCS juga lebih tinggi jika dia pernah melahirkan. Pembuluh darah panggul meregang selama kehamilan dan mungkin tidak bisa kembali ke bentuk dan ukuran aslinya setelah melahirkan.

“Dalam kebanyakan kasus, varises di kaki cenderung membaik dalam beberapa bulan setelah melahirkan seperti halnya vena di panggul. Namun, di banyak kasus lainnya, pembuluh darah yang membesar tetap ada di kaki dan di panggul," ujar Narayanan.

Sebagian besar pasien dirujuk ke spesialis vaskular setelah ginekolog mengesampingkan potensi masalah pada sistem reproduksi setelah melakukan pemindaian ultrasonografi.

Dokter juga akan mengamati pembuluh darah di kaki karena varises kadang-kadang dapat menunjukkan masalah seperti aliran darah yang lambat, pembuluh darah yang membesar secara tidak normal.

Baca juga: Mengatasi nyeri haid

Baca juga: Hal yang perlu diperhatikan seputar pola menstruasi

Baca juga: Waspadai endometriosis, penyakit yang umumnya diderita perempuan kota

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar