Polisi tangkap hampir seratus penyusup dalam unjuk rasa di Gedung DPR

Polisi tangkap hampir seratus penyusup dalam unjuk rasa di Gedung DPR

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) melakukan unjuk rasa di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.

Itu orang-orang yang kena razia, mau bikin kacau
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menangkap hampir seratus penyusup yang mencoba memancing kericuhan di tengah unjuk rasa di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Jumat.

"Puluhan, hampir seratus (yang diamankan)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Jumat.

Yusri mengatakan puluhan orang tersebut diamankan lantaran terjaring razia petugas membawa barang-barang berbahaya seperti batu, senjata tajam dan katapel ke lokasi unjuk rasa.

"Itu orang-orang yang kena razia, mau bikin kacau," ujarnya.

Baca juga: Jalan Gerbang Pemuda kembali dapat dilewati kendaraan
Baca juga: Mahasiswa bakar simbol keranda


Ratusan orang menggelar demonstrasi menjelang pidato Presiden Jokowi tentang RAPBN 2021 di dekat Gedung DPR/MPR/DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat siang.

Massa tersebut menuntut DPR RI menghentikan pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja atau Omnibus Law.

Selain itu, menuntut pencabutan draf RUU Omnibus Law dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) karena sarat dengan kepentingan oligarki.

Massa menolak komersialisasi lembaga pendidikan serta upaya sentralisasi menjadikan lembaga pendidikan sebagai ladang usaha karena tidak sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Baca juga: Massa mahasiswa berkumpul dekat Gedung Parlemen
Baca juga: Massa buruh bubarkan diri

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Metro gerebek pesta gay di Jakarta Selatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar