Liga 1 Indonesia

Madura United perketat prosedur peliputan latihan

Madura United perketat prosedur peliputan latihan

Dokumen pertandingan Madura United FC saat menghadapi Bhayangkara FC. (Abd Aziz)

Sekali lagi, kebijakan manajemen memperketat liputan demi untuk mencegah penyebaran COVID-19 ...
Pamekasan (ANTARA) - Manajemen Madura United FC memperketat prosedur liputan latihan klub sepak bola itu, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19).

"Ini kami lakukan untuk menghindari adanya kontak fisik secara langsung dengan pemain, pelatih dan ofisial," kata Media Officer Madura United FC Tabri Syaifullah Munir di Pamekasan, Selasa.

Ia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan dari pihak manajemen, latihan perdana Madura United FC akan dimulai pada tanggal 20 Agustus 2020.

Baca juga: Madura United haruskan semua pemain lakukan rapid test

Sebelum mengikuti latihan, para pemain, tim pelatih dan ofisial terlebih dahulu akan dilakukan tes cepat (swab test).

Tabri lebih lanjut menjelaskan, ada tiga hal yang menjadi ketentuan dari pihak manajemen terkait latihan klub dan persiapan kompetisi Liga 1 Indonesia di musim pandemi COVID-19 ini.

Ketentuan ini, sambung Tabri, berlaku bagi suporter, dan media massa yang biasa meliput kegiatan Madura United FC selama ini.

Pertama, semua rangkaian latihan akan dilaksanakan tertutup tanpa kehadiran penonton maupun pihak lain yang tidak terdaftar dalam kru ofisial dan petugas stadion.

Kedua, Manajemen tidak memberikan kesempatan untuk layanan foto bersama dengan pemain, baik saat baru sampai stadion, sebelum latihan dan selesai latihan, maupun saat kepulangan pemain.

Ketiga, wartawan peliput tidak diperkenankan untuk melakukan kontak langsung dengan pemain, pelatih dan ofisial, baik saat latihan ataupun saat pertandingan berlangsung.

"Namun, demikian, media bisa mengajukan rencana liputan dengan beberapa ketentuan," kata Tabri.

Pertama, harus mengajukan rencana peliputan minimal tiga hari sebelumnya melalui Media Officer lokal, dalam hal ini adalah media officer Madura United FC.

Kedua, semua pengajuan rencana peliputan akan disetujui, apabila diizinkan oleh tim dokter dari klub Madura United.

"Ketiga, bagi wartawan peliput yang diizinkan itu nantinya, tentu harus siap menjalani semua protokol kesehatan dalam upaya pencegahan COVID-19," kata Tabri.

Baca juga: Madura United siapkan sanksi bagi pemain yang langgar protokol

Ketentuan keempat, wartawan peliput yang diizinkan untuk melakukan liputan, siap untuk tidak menjalin kontak langsung pemain maupun pelatih.

"Kami juga akan membatasi durasi waktu pengambilan foto yakni hanya 10 menit pada tahap awal latihan," kata Tabri.

Ketentuan berikutnya, wawancara langsung dengan pemain atau pelatih bisa dilakukan setelah mendapatkan izin tim dokter, akan tetapi tetap dalam pengawasan dokter tim.

Meski prosedur meliput kegiatan klub sangat ketat, akan tetapi bukan berarti manajemen Madura United FC tidak memperbolehkan kegiatan latihan dan kompetisi lanjutan Liga 1 Indonesia diliput oleh media massa.

"Dan terhadap kepentingan media peliput ini, kami dari media officer akan melayani melalui rilis tertutup dengan ketentuan akan memberikan maksimal 10 foto dan quote 4 narsum, 4 video masing-masing durasi 40 detik, sesuai dengan kebutuhan media," kata Tabri menjelaskan.

"Sekali lagi, kebijakan manajemen memperketat liputan demi untuk mencegah penyebaran COVID-19, agar kita bisa sama-sama terhindar dari penyebaran COVID-19," katanya, menjelaskan.

Sebelumnya, pelatih Madura United FC Rahmad Darmawan menjelaskan, rencana latihan perdana klub sepak bola berjuluk "Laskar Sape Kerrap" itu pada 20 Agustus 2020.

Baca juga: Madura United kumpulkan pemain pada 20 Agustus

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Laga amal, Arema fc donasikan 400 juta rupiah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar