Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta membuka kembali dana kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2009 dan hasil auditnya kepada publik, demikian Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia dan Serikat Konstituen Indonesia (Sakti).

"Kita mendesak KPU agar menjelaskan ke publik seperti apa dana yang dilaporkan ke KPU dan darimana sumbernya," kata Sekjen KIPP Muchtar Sindang usai bertemu dengan anggota KPU I Gusti Putu Artha untuk menyerahkan surat terbuka mengenai hal itu kepada KPU, Senin.

Menurut Muchtar, selama ini informasi tentang dana kampanye pilpres yang disampaikan kepada publik sangat terbatas, hanya seputar besaran dana yang masuk dan yang dikeluarkan untuk kampanye.

Ia menginginkan KPU menginformasikan kembali secara detil dana yang dilaporkan, penggunaan, dan sumber dari dana kampanye tersebut, serta meminta KPU mengklarifikasi kembali dugaan aliran dana ilegal yang digunakan untuk kampanye Pilpres.

"Kita meminta agar ada audit ulang atas laporan dana kampanye tersebut karena kami sangat tidak percaya dengan hasil audit yang telah dilakukan," katanya didampingi Ketua Umum Sakti Standarkiaa.

Menanggapi permintaan itu, anggota KPU I Gusti Putu Artha mengaku akan membahas usulan tersebut dalam rapat pleno KPU.

"Akan kita bawa ke rapat pleno KPU. Prinsipnya, secara pribadi, saya tidak ada soal jika KPU harus membuka kembali dana kampanye itu," katanya.

Menurut Putu, mekanisme pelaporan dana kampanye Pilpres telah sesuai dengan prosedur dalam undang-undang, maupun peraturan KPU, sementara KPU sendiri telah mempublikasikan hasil audit dana kampanye tersebut kepada masyarakat.

Namun, publikasi hasil audit tersebut tidak dilakukan secara detil sehingga KIPP dan Sakti meminta KPU menginformasikan kembali kepada masyarakat secara rinci hasil audit tersebut.

Ia melanjutkan, untuk mengetahui hasil pengawasan dana kampanye pilpres, masyarakat bisa meminta informasi dari Badan Pengawas Pemilu yang melakukan pengawasan pemilu. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010