Washington (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Seorang pria Nigeria yang dituduh mencoba meledakkan satu pesawat dalam penerbangan internasional ke Amerika Serikat dengan menggunakan bahan peledak mengaku tidak bersalah di pengadilan di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Jumat waktu AS.

Selama pemeriksaan dalam tahanan, para pengacara Umar Farouk Abdulmutallab, atas namanya, menyatakan klien mereka tak bersalah.

Menurut media setempat, pria berusia 23 tahun itu mengkonfirmasi nama, umurnya dan bahwa ia telah membaca dakwaan terhadap dirinya, tapi tetap bungkam terhadap dakwaan tersebut.

Tersangka itu mengejutkan AS dengan membawa peledak ke pesawat Delta-Northwest Airlines dari Amsterdam, Belanda, menuju Detroit dan berusaha meledakkannya pada Hari Natal.

Ia telah menghadapi enam tuntutan termasuk upaya pembunuhan dan berusaha menggunakan senjata pemusnah massal.

Tuntutan lain adalah secara sengaja berusaha merusak dan menghancurkan satu pesawat dalam jurisdiksi penerbangan khusus AS, sengaja menaruh alat pemusnah di dalam, di atas dan di lingkungan pesawat dalam jurisdiksi pesawat khusus AS, dan memiliki senjata api/perusak dalam dorongan untuk melakukan kejahatan dengan kekerasan.

Selama penyelidikan, tersangka mengaku menerima bahan peledak dan pelatihan dari cabang Alqaeda di Yaman yang juga mengaku bertanggung jawab atas rencana itu.(*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010