Surabaya (ANTARA News) - Puluhan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Sabtu, mengarak kapal "Merdeka II" yang akan mengikuti ajang "Atlantic Challenge 2010" di Midland, Kanada pada 27 Juli 2010.

"Kapal `Merdeka II` yang diberi ukiran pewayangan Gatotkaca dan Kresna itu kami arak untuk diperkenalkan kepada masyarakat, kemudian tanggal 22 Januari akan kami pamerkan di Pusat Kebudayaan Prancis," kata anggota tim `Atlantic Challenge 2010` ITS, Ahmad Ali Ridlo.

Di sela-sela peluncuran kapal "Merdeka II" di markas Komando Armada RI kawasan Timur (Makoarmatim) untuk menandai selesainya pembuatan kapal itu, ia mengaku puas dengan simulasi di depan markas Komando Pasukan Katak (Kopaska) Makoarmatim itu.

"Itu percobaan pertama kali dan hasilnya memuaskan dengan kecepatan lima knots. Saya kira kecepatan sebesar itu untuk kapal dayung sudah cukup. Kami bersimulasi `capten gigs` untuk mencoba teknik menjemput dan merapat," katanya.

Setelah itu, katanya, pihaknya akan menggelar latihan di Pantai Kenjeran Surabaya hingga kapal "Merdeka II" dikirim ke Kanada pada Mei mendatang, terutama latihan kekompakan untuk 13 pendayung kapal itu, termasuk empat pendayung cadangan.

Mengenai target di ajang internasional di Kanada itu, mahasiswa Politeknik Perkapalan ITS itu mengatakan tim menargetkan minimal mendapatkan penghargaan dalam kekompakan atau tim favorit dalam ajang dua tahunan itu seperti ajang sebelumnya.

"Target utama kami sebenarnya untuk mempromosikan Indonesia di ajang lomba bahari internasional itu, sekaligus latihan membuat kapal bagi kami, sehingga desain kami pelajari dapat dipraktikkan," kata mahasiswa semester 9 Jurusan Teknik Sistem Perkapalan itu.

Kapal made in mahasiswa Politeknik Perkapalan ITS yang diketuai Fadwi Mukti Wibowo selaku pemimpin proyek pembuatan kapal itu terbuat dari kayu mahoni dengan desain standar Atlantic Challenge 2010 yakni bantry by gigs atau kapal pendaratan Prancis di Irlandia pada tahun 1799.

"Mahoni itu lebih ringan dari kapal-kapal yang kami rancang sebelumnya yang terbuat dari kayu jati, bengkirai Kalimantan, dan sebagainya, karena itu kami berharap kapal akan dapat melaju dengan cepat," katanya.

Kendati berdesain kapal tradisional Prancis, namun kapal "Merdeka II" memiliki ciri khas Indonesia yakni ukir-ukiran bunga dan sulur serupa batik, lalu di bagian buritan ada ukiran tokoh pewayangan Gatotkaca dan Kresna.

"Atlantic Challenge adalah kompetisi dari daratan Eropa dengan kapal tradisional tanpa menggunakan mesin sebagai alat gerak, karena itu kapal Merdeka II dengan panjang 11,76 meter, lebar dua meter, tinggi kapal satu meter, dan tinggi tiang lima meter itu melibatkan 13 pedayung," katanya.

Lomba itu diikuti negara-negara antara lain Inggris, Amerika, Belgia, Italia, Finlandia, Irlandia, Irlandia Utara, Rusia, Denmark, Prancis, Belanda, Australia, dan Indonesia. (*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010