Pekanbaru (ANTARA News) - Bagi Teguh Triyanto, memangku jabatan sebagai Direktur Utama Riau Airlines (RAL) bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena itu, ia merasa perlu memilih cara yang tidak biasa untuk menumbuhkan ikatan emosional dengan seluruh pegawainya, yakni dengan membersihkan toilet pesawat.

"Cara ini untuk menumbuhkan rasa saling memiliki seluruh pegawai untuk memajukan maskapai RAL," kata Teguh kepada ANTARA News di Pekanbaru, Sabtu.

Aksi Teguh, yang baru menjabat Dirut RAL pada RUPS Luar Biasa pada awal Januari 2010, tentunya menimbulkan kejutan.

Ia mendatangi Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sekitar pukul 22.00 WIB pada Jumat malam (9/1), untuk membersihkan pesawat Fokker-50 milik perusahaan yang baru mendarat dari Tanjung Pinang.

Uniknya, Teguh melarang pegawai yang biasa membersihkan pesawat untuk membantunya. Namun, ia mewajibkan 10 pejabat RAL mulai dari direktur hingga manejer untuk ikut membersihkan "burung besi" itu.

Alhasil, sebanyak 10 orang pejabat RAL dengan mengenakan pakaian putih-putih terlibat kerja bakti membersihkan pesawat pada malam hari.

Dengan berbekal sarung tangan, kain lap dan sabun, Teguh Trianto pun bergegas memasuki toilet berukuran sekitar 1x2 meter. Ia mengaku memang memilih tempat yang paling sulit di pesawat itu, dan pegawai RAL lainnya membersihkan bagian ruangan kapten hingga kabin penumpang.

"Toilet merupakan tempat yang paling penting untuk penumpang pesawat, tapi terkadang kebersihannya suka terlupakan," kata pria yang pernah bekerja di maskapai Garuda Indonesia itu.

Namun, setelah hampir satu jam berjibaku membersihkan toilet pesawat, Teguh mengaku belum puas dengan pekerjaannya. Selain karena kondisi ruangan yang sempit dan panas, ia mengaku lututnya sulit jongkok terlalu lama saat membersihkan toilet pesawat.

"Nilainya masih lima," ujarnya sambil berkelakar.Ia juga mengatakan kegiatan bersih-bersih yang melibatkan pejabat RAL itu akan dilakukan rutin setiap Jumat.

Ketika disinggung mengenai target keuntungan RAL di masa kepemimpinannya, Teguh mengatakan tidak mau bersesumbar. Hal itu karena ia menyadari kondisi maskapai yang saham mayoritasnya dimiliki Pemprov Riau itu hingga kini sulit meraup untung.

Alih-alih dapat untung, maskapai itu justru malah menutup penerbangan Pekanbaru-Jakarta yang termasuk rute padat karena terus merugi karena kalah bersaing dengan maskapai pemain lama.

"Saya akan coba bagaimana RAL bisa impas dulu atau tidak merugi lagi," kata Teguh seraya menambahkan bahwa RAL akan kembali fokus ke rute jarak dekat di Pulau Sumatra.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010