Jayapura (ANTARA News) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Papua menargetkan 12.000 pelanggan layanan internet Speedy hingga akhir 2010 mendatang, kata Manajer Sales Data dan Value Added Service (VAS) Telkom Papua, Amran Ali di Jayapura, Selasa.

"Tahun 2009 jumlah pelanggan Speedy melampaui target dan tahun 2010 kami menargetkan 12.000 pelanggan," katanya.

Ia menjelaskan, pelanggan Speedy di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat hingga Desember 2009 sudah mencapai 5.800 dan akan terus bertambah di waktu-waktu mendatang karena minat pelayanan internet di Papua cukup tinggi.

"Dari jumlah pelanggan, area Jayapura merupakan daerah yang paling banyak pelanggannya, meliputi Kota Jayapura sebanyak 2.336, Abepura 1.197, Waena 369 serta Sentani 552 pelanggan," katanya.

Sementara itu, untuk area Timika, pelanggan Speedy berjumlah 378 untuk Timika, 224 di Tembagapura sedangkan di Kuala Kencana sebanyak 402 pelanggan.

Adapun area Sorong, Provinsi Papua Barat pelanggan Speedy berjumlah 216 dan 56 di Merauke 56. Sedangkan di Biak, Nabire dan Manokwari (Provinsi Papua Barat) masing-masing lima pelanggan.

Amran menjelaskan, layanan Speedy pertama kali masuk di Papua pada akhir 2007 di area Timika dan di Jayapura pada Agustus 2008.

Dikatakannya, produk Speedy yang paling banyak dipakai adalah `time-based` atau layanan akses internet berbasis waktu yakni 50 jam per bulan dengan biaya Rp200 ribu.

"Layanan ini paling banyak diminati masyarakat karena murah. Jika melebihi 50 jam, dikenakan biaya Rp25 per menit," paparnya.

Walau demikian, Amran tidak menampik banyaknya masyarakat di Papua yang mencabut layanan telepon kabel karena lebih mengandalkan telepon seluler.

"Kompetisi dengan telepon seluler semakin tinggi, maka untuk mempertahankan pelanggan telepon kabel, terutama yang ada di rumah, layanan Speedy ini jadi alternatifnya. Di Papua, meskipun pelanggan telepon rumah menurun, pelanggan Speedy cenderung meningkat," tandas Amran.

Untuk meningkatkan jumlah pelanggan, lanjut dia, sosialisasi mengenai teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet perlu dilakukan agar masyarakat di Papua semakin tertarik berlangganan Speedy.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010