Menristek: Vaksin merah putih uji klinis awal tahun depan

Menristek: Vaksin merah putih uji klinis awal tahun depan

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro (baju biru) berpose di depan Mobil Lab Bio Safety yang baru diluncurkan di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Minggu (30/8/2020) ANTARA/HO

Tangerang, Banten (ANTARA) - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional menargetkan uji klinis vaksin merah putih untuk penanganan COVID-19 dilakukan pada awal tahun depan.

"Awal tahun depan dilakukan uji klinis dan dilanjutkan untuk di produksi dalam jumlah banyak," ujar Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dalam acara swab test gratis dan penyerahan bantuan Mobil Lab Bio Safety di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Minggu.

Baca juga: Tim Riset: 248 orang sudah disuntik vaksin COVID-19 Sinovac

Menristek Bambang menuturkan pihaknya telah mengumpulkan informasi mengenai pembuatan vaksin merah putih tersebut. Sebagai perkembangannya, saat ini sudah ada lima perusahaan yang sedang melakukan riset terhadap vaksin merah putih.

"Kita masih menunggu proses riset yang sedang dilakukan oleh lima pihak ini. Kita juga terus menargetkan dalam waktu dekat atau awal tahun depan bisa segera di produksi setelah uji klinis," paparnya.

Baca juga: Sepekan, Kementan cabut aturan ganja hingga target vaksin COVID-19

Mengenai proses produksi vaksin merah putih, Menteri Bambang menuturkan, ada berbagai pihak yang nantinya dilakukan kerjasama seperti seperti Kalbe Farma dan Sanbe Farma hingga dari swasta

Sebagai tahapan menunggu proses vaksin yang sedang memasuki tahap riset, berbagai upaya pun terus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga: Kemarin Indonesia kirim urutan genom corona, vaksin akan diuji 2021

Misalnya saja pembuatan alat uji rapid test hingga peluncuran Mobil Lab Bio Safety yang mampu menguji 600 sampel dalam 24 jam.

Bahkan, Kemenristek mempersilakan bagi Pemkot Tangerang Selatan jika ingin menggunakan wisma tamu Puspiptek untuk tenaga medis.

Adanya peningkatan kasus, perlu adanya terus dukungan dari kerjasama yang dilakukan oleh kementrian dan pemerintah daerah.

"Silakan jika masih memang ingin menggunakan wisma itu untuk tenaga medis," paparnya.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menegaskan, keberadaan wisma tersebut sangat membantu karena saat ini Pemkot Tangsel masih dalam masa PSBB terkait penanganan COVID-19.

"Lonjakan kasus yang terjadi perlu penanganan ekstra. Adanya bantuan berupa wisma untuk tenaga medis, ini sangat membantu. Karena Pemkot Tangsel pun melakukan upaya untuk warga terdampak," paparnya.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BPOM tegaskan tak ada perbedaan penilaian pengembangan vaksin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar