Washington (ANTARA News/AFP) - Senat Amerika Serikat (AS) mungkin akan membuat keputusan mengenai sanksi terhadap Iran "dalam beberapa pekan mendatang" untuk memberikan tekanan atas Teheran sehubungan dengan dugaan program nuklir, menurut salah satu senator utama Partai Demokrat, Selasa.

Pemimpin Mayoritas Senat dari Demokrat Harry Reid mengatakan bahwa dia dan timpalannya dari Partai Republik, Senator Mitch McConnell, "sepakat untuk mencari waktu untuk membahas itu" dan para anggota Senat akan bersikap "dalam beberapa pekan mendatang".

Reid mengatakan bahwa tekanan itu, yang akan berupa sanksi unilateral baru AS dan bertujuan membatasi impor minyak Iran, akan menciptakan tekanan baru pada rejim Iran dan membantu menghentikan Iran mengembangkan senjata nuklir".

Iran telah menolak seruan global untuk membatasi program nuklirnya, dengan membekukan pengayaan uranium, dan menyangkal tuduhan pihak Barat bahwa pernyataannya tentang pengembangan energi sipil sebagai topeng pengembangan senjata nuklir.

Iran adalah produser utama minyak mentah, namun memiliki keterbatasan kapasitas dalam pengolahan produk, sehingga mengimpor 40 persen kebutuhan bahan bakarnya.

Jika Senat menyetujui usul itu maka diperlukan versi kompromi dengan parlemen, yang menyetujui versi mereka sendiri pada 15 Desember lalu.

Undang-Undang itu, yang memuat sanksi yang dapat diterapkan bagi perusahaan-perusahaan asing yang memiliki nilai investasi lebih dari 20 juta dollar AS di sektor energi Iran, disetujui oleh Komite Perbankan pada akhir Oktober.

Pemasok utama bahan bakar Iran adalah perusahaan Swiss Vitol dan Glencore, perusahaan Belanda-Swiss Trafigura, perusahaan Perancis Total, perusahaan Inggris British Petroleum, dan perusahaan India Reliance.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010