Pekanbaru (ANTARA News) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru, kembali menerima dua orang pasien yang diduga terserang flu burung (H5N1) dari Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Kedua pasien itu berinisial AN berusia enam bulan dan YL berusia tiga tahun enam bulan. Mereka masing-masing dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah di ibu kota Riau itu pada Kamis petang dan malam.

Informasi yang dihimpun di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Kamis malam, menyebutkan, kedua anak tersebut bertetangga yang merupakan warga Kecamatan Kelayang, Indragiri Hulu, yang sebelumnya memiliki riwayat kontak dengan unggas yang mati.

Kedua pasien itu mendapatkan perawatan intensif dari tim medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arifin Achmad.

Wawan, orang tua AN mengaku anaknya sempat dirawat selama dua hari di rumah, namun karena demam anaknya semakin tinggi mencapai 28 derajat Celcius, bayi enam bulan itu pun dibawa ke RSUD Indrasari, Rengat.

"Pagi tadi anak saya sempat dirawat selama dua jam sebelum dokter rumah sakit di Rengat merujuknya ke RSUD Arifin Achmad karena mereka bilang anak saya diduga terserang flu burung," jelasnya.

Iwan, paman YL juga menyatakan hal yang sama. Sesaat setelah tiba di RSUD Arifin Achmad, ia mengatakan, dua hari sebelum balita lelaki itu menderita demam panas tinggi, orang tua YL sempat menyaksikan anaknya bermain dengan burung puyuh.

"Setelah bermain dengan burung puyuh, keesokan harinya YL menderita demam dan setelah dirawat di rumah panasnya tidak turun juga tetapi justru tambah tinggi dan wajahnya pucat," ujarnya.

Dia mengakui, dalam dua pekan terakhir di daerah tempatnya tinggal banyak ditemukan ayam kampung peliharaan para tetangga di sekitar rumahnya mati mendadak, namun warga menganggap peristiwa itu kejadian biasa.

Selain itu aparat pemerintah dari instansi terkait baik Dinas Peternakan atau Dinas Peternakan belum melakukan pengecekan terhadap kesehatan warga, apalagi penyemprotan desinfektan, meski pada akhir tahun lalu kawasan sekitar tempat tinggal dua bayi itu dinyatakan endemis flu burung.

Menjelang akhir Desember 2009 RSUD Arifin Achmad juga menerima dua warga Kabupaten Indragiri Hulu yang diduga terserang flu burung, namun seorang diantaranya bernama Ananda (8), warga Dusun Tuo Pelang, Kecamatan Kelayang meninggal dunia.

Sedangkan seorang anak lagi bernama An Nisha (4), warga Desa Bongkal Malang, Kecamatan Simpang Kelayang mendapat perawatan intensif di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru yang kemudian membaik.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010