"Underdog" dan "Hokusai", pembuka dan penutup Festival Film Tokyo

"Underdog" dan "Hokusai", pembuka dan penutup Festival Film Tokyo

Film "Hokusai" (HO/TIFF)

Jakarta (ANTARA) - Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) mengumumkan film yang akan jadi pembuka dan penutup tahun ini. "Underdog" arahan Masaharu Take akan membuka festival pada 31 Oktober, sementara "Hokusai" dari sutradara Hajime Hashimoto" yang dibintangi Yuya Yagira serta Min Tanaka akan menutup festival pada 9 November.

"Underdog" dibintangi Mirai Moriyama, Takumi Kitamura dan Ryo Katsuji. Film ini jadi film bertema tinju pertama Take dalam enam tahun terakhir sejak dia menyutradarai "100 Yen Love" (2014).

Dalam keterangan resmi, Masaharu Take menuturkan "Underdog" dibuat pada Januari dan Februari 2020, mengabadikan adegan yang kini tak bisa dilihat akibat COVID-19.

Baca juga: Karya Nobuhiko Obayashi jadi sorotan di Festival Film Tokyo 2019

Baca juga: Pengunjung festival film Tokyo bisa rasakan dunia teknologi 5G


"Petinju, orang-orang kesepian di ring, tak bisa terus bertarung tanpa sorak sorai penonton. Penonton menciptakan pertarungan dan terus membicarakannya. Bukan pertarungan namanya bila tak ada yang menonton," kata Take.

"Hidup serupa dengan itu. Pada akhirnya, film jadi lengkap berkat penonton."
"Underdog" (HO/TIFF)


"Underdog" mengisahkan tiga petarung yang tercampakkan dan berusaha untuk kembali ke ring.

Sementara "Hokusai" bercerita tentang seniman ukiyo-e Jepang Katsushika Hokusai dan karya "Secret of Three Waves". Hokusai dikenal lewat “Thirty-six Views of Mount Fuji” dan karyanya telah menginspirasi banyak seniman, termasuk Van Gogh dan Monet.

Yuya Yagira berperan sebagai Hokusai muda, dan Min Tanaka menjadi Hokusai dewasa. Tahun 2020 juga bertepatan dengan peringatan 260 tahun kelahiran sang seniman.

TIFF berencana tetap menggelar penayangan secara langsung di bioskop Tokyo agar penonton bisa tetap merasakan keseruan menonton film di layar lebar.

Baca juga: Festival Film Tokyo tahun ini tetap digelar secara luring

Baca juga: "The 47 Ronin in Debt", kisah sejarah klasik dalam kemasan komedi

Baca juga: "Uncle", secuplik kehidupan dan mimpi di pedesaan Denmark

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar