Pengamat: Pemprov Aceh perlu sediakan uji swab PCR seluruh RSUD

Pengamat: Pemprov Aceh perlu sediakan uji swab PCR seluruh RSUD

Arsip Foto - Petugas medis mengambil sampel swab tenggorokan salah seorang warga dalam pemeriksaan swab massal terkait COVID-19 di Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. ANTARA/Khalis

untuk dapat dilakukan percepatan lokalisasi dan isolasi klaster terpapar
Banda Aceh (ANTARA) - Pengamat Kebijakan Publik Aceh Dr Nasrul Z ST M Kes menyarankan Pemerintah Aceh untuk menyediakan fasilitas uji sampel swab metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten/kota.

"Sudah sangat mendesak agar pemerintah Aceh segera menyediakan laboratorium swab PCR di seluruh RSUD yang ada di kabupaten/kota seluruh Aceh," kata Nasrul, di Kota Banda Aceh, Selasa

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan di Aceh. Sebelumnya hanya sekitar 100 kasus per hari, namun sekarang mulai melonjak sekitar 150 kasus per harinya.

"Kita tidak usah lagi melihat mengapa ini terjadi tapi saatnya sekarang mencari jalan keluar bagaimana melokalisir kasus positif COVID-19 di Aceh sehingga angka nya perlahan-lahan bisa diturunkan," kata doktor tehnik kimia dari Universitas Kobe, Jepang itu.

Baca juga: 13 pasien COVID-19 di Aceh Barat sembuh
Baca juga: DPR Aceh minta Pemprov cairkan insentif tenaga kesehatan


Menurut Nasrul, Pemerintah Aceh segera harus mengalokasikan anggaran pembelian laboratorium sampel swab PCR di seluruh RSUD. Kata dia, harganya juga relatif murah hanya berkisar Rp1,5 hingga Rp2 miliar per unit.

"Kita tidak mau lagi mendengar cerita seperti kasus di Aceh Tenggara yang diswab tanggal 31 Agustus 2020 namun baru mendapat hasilnya 12 September 2020 dan ditemukan 18 warga yang diperiksa ternyata positif COVID-19," katanya.

Keterlambatan seperti itu, lanjut Nasrul, hanya membuat penyebaran COVID-19 melalui transmisi lokal meningkat tajam. Secara eksponensial satu warga dari 18 kasus itu per harinya minimal dapat menyebarkan melalui interaksi ke 20 hingga 50 warga lainnya.

"Dan itu dilakukan oleh 18 warga Aceh Tenggara itu selama 12 hari. Oleh karena itu sangat mendesak laboratorium swab PCR di seluruh RSUD. Hal itu diperlukan daerah untuk dapat dilakukan percepatan lokalisasi dan isolasi klaster terpapar sehingga menekan angka penyebaran di daerah," ujarnya.

Baca juga: Kapolres dan Wakapolres Pidie Jaya positif COVID-19
Baca juga: DPR Aceh sarankan Pemprov ajukan usulan PSBB ke Menkes

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Destinasi wisata Pulau Rupat di Bengkalis Riau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar