Didominasi klaster keluarga, zona merah COVID-19 Kota Tangerang

Didominasi klaster keluarga, zona merah COVID-19 Kota Tangerang

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin memberikan arahan kepada RT/RW dalam penanganan COVID-19 di zona merah. ANTARA/HO-Pemkot Tangerang.

Sesama tetangga harus bisa saling bantu dan tidak mengucilkan warga yang positif COVID-19
Tangerang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengungkapkan wilayah Gebang Raya, Kecamatan Periuk menjadi lokasi dengan angka kasus positif COVID-19 tertinggi dan masuk zona merah pandemi dengan didominasi klaster keluarga.

"Khususnya di wilayah Kelurahan Gebang Raya, karena saat ini menjadi lokasi dengan angka kasus tertinggi. Statusnya zona merah yang didominasi klaster keluarga, angkanya cukup banyak dan peningkatannya signifikan," kata dia di Tangerang Rabu.

Berdasarkan data dari laman covid19.tangerangkota.go.id per tanggal 16 September 2020 pukul 08.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi terdata ada 1.093 kasus dengan rincian 192 orang dirawat, 846 dinyatakan sembuh dan 55 orang meninggal dunia, sedangkan suspek dirawat ada 791 orang.

Khusus untuk di wilayah Gebang Raya, terdapat 18 orang suspek, 16 orang positif, 42 dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia, sedangkan kelurahan lainnya, jumlah kasus positif berada di bawah 10 kasus.

Sachrudin mengatakan perlunya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam menekan angka penyebaran COVID-19 di wilayah Kota Tangerang.

Baca juga: 28 RW di Kota Tangerang masuk zona merah

Oleh karena itu, pemkot kembali menggulirkan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL) RW sebagai langkah untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di seluruh wilayah.

"Untuk itu peran dari para ketua RT dan RW sangat diperlukan," tambahnya.

Sachrudin juga mengimbau seluruh masyarakat dapat bekerja sama melakukan pemantauan tentang prosedur karantina mandiri bagi warga yang terpapar COVID-19, agar proses karantina dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.

"Kalau tidak sesuai prosedur bisa dibantu agar mau diisolasi di beberapa fasilitas yang sudah disediakan oleh pemkot, agar angkanya segera turun," ujarnya.

Ia mengungkapkan masyarakat di daerah berisiko tinggi penyebaran COVID-19 dapat memanfaatkan peran lumbung warga di setiap RW untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, terutama mereka yang karantina mandiri di rumah.

"Sesama tetangga harus bisa saling bantu dan tidak mengucilkan warga yang positif COVID-19," katanya.

Baca juga: Kota Tangerang tingkatkan pengawasan di 22 RW dalam zona merah
 

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkot Tangerang kaji penyelenggaraan tes usap bagi para guru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar