Surabaya (ANTARA News) - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan bahwa pemerintah sudah siap melaksanakan Ujian Nasional (UN) pada Maret mendatang.

"UN sudah siap semuanya, tapi kami masih menunggu laporan dari daerah-daerah tentang jumlah soal UN yang dibutuhkan," katanya di Surabaya, Senin.

Ia mengemukakan hal itu setelah membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal (PTK-PNF) yang diikuti 163 peserta dari seluruh Indonesia.

Menurut dia, pihaknya akan menghitung secara cermat antara soal UN yang dibutuhkan dan jumlah soal yang dikirimkan.

"Jangan sampai jumlah soal yang dibutuhkan ada 30 soal, tapi soal yang dikirim berjumlah 32, maka dua soal yang tak terpakai akan disalahgunakan, karena jumlah soal yang dibutuhkan akan dihitung secara teliti," katanya.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu mengatakan kualitas soal UN juga akan diupayakan semakin baik dan mewakili tipe-tipe soal UN sesuai dengan variasi kualitas sekolah.

"Karena itu, ada try out atau uji coba yang akan dapat menjadi pemetaan tipe soal UN bagi masing-masing daerah yang sangat bervariasi. Meski begitu akan tetap ada standar minimum," katanya.

Selain kesiapan soal UN, ia mengatakan, percetakan soal juga sudah diberi standar terkait kualitas kertas untuk soal UN, ukuran jenis kertas, dan sebagainya.

"Dengan standar percetakan itu, kualitas soal UN akan terjamin, sehingga tidak akan terlalu tipis dan mudah rusak," katanya.

Setelah itu, katanya, tahap pelaksanaan akan diikuti dengan pengawasan. "Yang terpenting adalah evaluasi UN, karena hasil UN akan menunjukkan daerah mana atau sekolah mana yang perlu dibantu pemerintah untuk ditingkatkan kualitasnya," katanya.

Dalam rapat koordinasi PTK-PNF yang berlangsung selama tiga hari dari 7 sampai 9 Februari 2010 itu juga dibahas rencana Jambore Seribu PTK-PNF tingkat nasional di Surabaya pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2010.
(E011/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010