Biak (ANTARA News) - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Selasa akan meresmikan serta mengukuhkan KRI Frans Kaisiepo 368 di pelabuhan laut Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Upacara pengukuhan serta peresmian KRI Frans Kaisiepo Biak dilakukan dalam upacara militer dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso diikuti seribuan personel TNI/Polri.

Prosesi pengukuhan kapal perang KRI Frans Kaisiepo dan peresmian dua KRI Birang 831 serta KRI Mulga 832 akan diawali dengan pemecahan kendi sebagai upacara tradisi kedinasan dan adat daerah asal pahlawan nasional yang namanya diabadikan sebagai nama kapal perang TNI AL.

Kepala Dinas Penerangan Lantamal X Jayapura Mayor Laut (E) Wahyu mengatakan, KRI Frans Kaisiepo merupakan kapal perang terbaru dengan menggunakan teknologi canggih yang tak dimiliki negara lain.

Ia menyebutkan, KRI Frans Kaisiepo merupakan kapal perang jenis korvet kelas Sigma merupakan kapal terakhir dari empat kapal yang dipesan pemerintah Republik Indonesia dari Damen Schelde Naval Shipibuilding (DSNS) Belanda.

KRI Frans Kaisiepo 368, lanjut Mayor Wahyu, didesain sebagai kapal patroli yang memiliki kemampuan beroperasi serta sebagai kapal yang mempunyai kemampuan untuk menyelenggarakan peperangan antiudara, peperangan permukaan, antikapal selam dan peperangan antielktronika.

Menyinggung pemberian nama kapal KRI Frans Kaisiepo, menurut Wahyu, diambil dari nama pahlawan nasional asal Kabupaten Biak Numfor.

"Kapal perang TNI AL KRI Frans Kaiseipo 368 berasal dari nama pahlawan nasional Biak dimana pemberian nama ini sebagai bentuk penghormatan negara dan bangsa Indonesia atas jasa perjuangan dan pengabdian sosok Frans Kaisiepo dalam mempertahankan serta menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Kehadiran KRI Frans Kaisiepo 368 di jajaran TNI AL diharapkan akan memperkuat tugas mengamankan kedaulatan dan wilayah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke. (M039/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010