Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi bertambah lima orang

Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi bertambah lima orang

Data perkembangan kasus COVID-19 di Kota Sukabumi, Jabar pada Kamis, (23/9). (Antara/Dok/Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi)

kelima warga itu kondisinya baik dan tidak memerlukan alat bantu pernafasan
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan data terbaru kasus COVID-19 pada Kamis, warga yang terkonfirmasi positif virus ini bertambah lima orang.

"Lima pasien baru ini empat wanita dan seorang pria. Mereka berasal dari beberapa kecamatan di Kota Sukabumi dan saat ini sudah menjalani isolasi," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi Wahyu Handriana di Sukabumi, Kamis.

Kelima kasus baru ini yakni seorang wanita asal Kecamatan Citamiang yang diketahui positif setelah menjalani pemeriksaan usap, namun tidak ada riwayat perjalanan dan kontak erat.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kabupaten Sukabumi bertambah 26 orang

Selanjutnya wanita dewasa asal Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong riwayatnya ada kontak erat dengan kasus lama.

Wanita dewasa asal Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole riwayatnya juga sama yakni kontak erat dengan kasus sebelumnya serta terakhir wanita dan pria yang tinggal satu rumah di Kelurahan Nangeleng, Kecamatan Citamiang riwayat tertular dari keluarganya yang positif COVID-19.

Dengan ditemukan kasus baru tersebut, pihaknya langsung melakukan pelacakan  untuk mengungkap kasus lainnya khususnya yang kontak erat dengan kelima pasien baru ini.

Baca juga: Wali Kota terbitkan aturan sanksi tentang pelanggar protokol kesehatan

"Dari hasil pemeriksaan kesehatan, kelima warga yang merupakan kasus baru COVID-19 kondisinya baik dan tidak memerlukan alat bantu pernafasan dan diharapkan setelah pemeriksaan usap tahap berikutnya hasilnya bisa negatif." katanya.

Wahyu mengatakan penambahan kasus COVID-19 yang terjadi di Kota Sukabumi diakibatkan dari perjalanan luar kota, kontak erat dengan pasien sebelumnya baik keluarga maupun kerabatnya, kemudian ada juga tenaga kesehatan.

Baca juga: Kasus baru positif COVID-19 Indonesia tertinggi lagi, 4.634 orang

Bahkan ada pasien yang tidak mengetahui riwayat tertular virus tersebut karena tidak pernah kontak erat dengan kasus sebelumnya dan juga tidak melakukan perjalanan ke luar kota.

Adapun data terbaru kasus COVID-19 pada Kamis, jumlah warga yang terkonfirmasi sebanyak 193 orang, 167 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh, 26 pasien masih menjalani isolasi dan belum ada kasus kematian. 

Baca juga: Satgas: Waspadai klaster COVID-19 dari lokasi pengungsian bencana

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar