Jambi (ANTARA News) - Sekitar 200-an unggas di Desa Lopak Aur Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi, mati mendadak akibat terserang flu burung atau dengan sebutan virus H5N1.

Menurut Kasi Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan Kabupaten Batanghadi Cut Husein di Muarabulian, ibukota Batanghari, Senin, virus ini terus mewabah di Kabupaten Batanghari.

Saat ini Disnak Batanghari menenetapkan Desa Lopak Aur Kecamatan Pemayung positif terserang flu burung setelah petugas Disnak turun langsung lokasi bersama tim "participasi disease surveillance and response" (PDSR) dan hasilnya positip flu burung.

Akibat meluasnya penyebaran flu burung di Desa Lopak Aur telah menyebabkan sekitar 200-an ekor unggas mati mendadak.

"Setelah dilakukan penelitian bersama tim PSDR, hasilnya unggas yang mati tersebut positif terkena flu burung," katanya.

Untuk mencegah terus mewabahnya virus itu, pihakya sudah melakukan penyemprotan ke lokasi dan beberapa daerah di sekitarnya.

"Kami sudah mengadakan penyemprotan massal bersama warga, mudah-mudahan tidak adalagi virus flu burung tersebut," ujar Cut Husein.

Dengan adanya wabah flu burung tersebut, diharapkan warga lebih waspada terhadap ternaknya, jika ada ternak yang sakit segera dilaporkan melalui Dinas Peternakan.

Penyebab masuknya virus ini hampir sama dengan hasil penelitian di Desa Napal Sisik, Kelurahan Rengas Condong, Kelurahan Teratai dan Kelurahan Bajubang, yang dikarenakan perubahan musim, sanitasi lingkungan kurang baik atau kotor, dan ayam dilepas dan mencari makan sendiri sehingga makan apa adanya.

Selain itu, ayam banyak yang tidur di atas pohon, bahkan di salah satu desa seperti Desa Napal Sisik kandang ayam di bawah rumah sehingga kurang mendapat sinar matahari, ayam dan itik hidup bercampur.

Ia mengharapkan agar semua kandang ayam dibersihkan atau disemprot menggunakan desinfektan, pisahkan pemeliharaan ayam dengan itik dan tidak satu kandang.

Sebelumnya lebih dari lima desa yang terserang virus H5N1, yakni Kelurahan Rengas Condong, Kelurahan Teratai, Kelurahan Bajubang, Desa Napal Sisik dan terakhir Desa Aro, Kecamatan Muara Bulian. (E003/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010