Jakarta (ANTARA News) - Boediono, sejak memangku jabatan sebagai Wakil Presiden, di kalangan wartawan termasuk pejabat yang irit bicara dan sulit untuk dimintai wawancara.

Sebagian orang menilai, hal itu mungkin disebabkan posisi Boediono saat menjabat Wapres sedang mendapat sorotan tajam terkait kasus Bank Century.

"Saya memang harus hati-hati berbicara kepada wartawan, takut keseleo lidah," kata Wapres Boediono suatu waktu ketika melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan.

Tapi bukan wartawan namanya kalau tidak bisa membujuk Wapres untuk mau diwawancarai sekalipun masalah yang ditanyakan sebenarnya ringan dan sederhana.

Momen yang paling pas untuk diwawancarai adalah ketika Wapres sedang bersuka cita merayakan ulang tahun ke-67 yang dirayakan secara sederhana di Istana Wapres, Kamis, usai menerima kunjungan Dubes Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov dan Gubernur Papua Barnabas Suebu.

Adalah Juru bicara Wapres Yopie Hidayat yang dimintai tolong oleh sejumlah wartawan agar Wapres mau diwawancarai usai acara potong tumpeng dan makan siang bersama ratusan staf pegawai Istana Wapres, Paspampres dan wartawan.

"Pak Yopie, boleh dong kita wawancara Pak Boediono kali ini. Janji deh pertanyaan yang kita ajukan bukan soal Century tapi harapan Pak Boediono di usia ke-67 ini," kata salah seorang wartawan media cetak.

Yopie yang memang memiliki latar belakang wartawan pun memahami keinginan para wartawan cetak dan elektronika, dan beberapa saat kemudian terlihat membisiki Wapres Boediono yang sudah selesai makan siang di sebuah meja bundar bersama stafnya.

Tak lama kemudian Wapres pun beranjak berdiri dan bersedia diwawancarai wartawan. Kesempatan inipun tidak disia-siakan karena momen seperti ini adalah jarang mau dituruti oleh Wapres Boediono.

"Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah menyampaikan ucapan ulang tahun baik secara fisik maupun melalui facebook, serta mengirim pesan singkat," kata Wapres sambil mengumbar senyum.

Setelah menyampaikan sejumlah harapannya di usia itu, seperti dirinya ingin terus membangun bangsa dan negara serta mencita-citakan Indonesia sebagai negara maju, Wapres pun segera ingin mengakhiri wawancara itu.

Tapi beberapa wartawan terus memberondong pertanyaan yang ringan yang masih seputar keinginannya di usia yang makin senja itu.

Sadar bahwa dirinya akan terus ditanyai wartawan dan takut terjebak, tanpa memberi kesempatan bertanya lagi, Wapres pun pamit meninggalkan wartawan untuk selanjutnya menaiki mobil dinas menuju rumah kediaman untuk merayakan ulang tahun bersama keluarga di Jalan Diponegoro.

Wartawan pun sedikit kecewa karena dari belasan wartawan yang biasa mangkal di Istana Wapres, tidak ada seorangpun yang berani menanyakan sikapnya terkait pandangan akhir sejumlah fraksi DPR dalam Panitia Angket Bank Century yang menyebutkan Boediono sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kasus itu.
(T.A025/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010