DKI lakukan pembersihan lumpur seluruh aliran air

DKI lakukan pembersihan lumpur seluruh aliran air

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf (topi kuning) bersama petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan Suku Dinas SDA Jakarta Selatan di sela pengerukan lumpur Saluran Kali Baru Barat, Tebet, Jakarta, Rabu (30/9/2020) siang. ANTARA/Ricky Prayoga/aa.

kami intensifkan serentak karena musim hujan segera tiba
Jakarta (ANTARA) - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan pembersihan lumpur (grebek lumpur) seluruh aliran air di Jakarta demi menambah daya tampung tiap saluran untuk menghadapi musim hujan mulai Oktober tahun ini.

"Program ini, tidak hanya menyasar waduk dan polder saja, tapi seluruh aliran air seperti sungai, kali, saluran mikro, saluran penghubung (PHB) dan sebagainya di lima wilayah, kami intensifkan serentak karena musim hujan segera tiba," kata Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf saat meninjau grebek lumpur di Saluran Kali Baru Barat, Tebet, Jakarta, Rabu siang.

Program yang sudah dilakukan sejak Maret 2020 ini di seluruh saluran air, kata Juaini, agar tidak ada luapan di aliran kali, saluran mikro dan aliran penghubung (PHB) ke permukiman warga saat musim hujan terjadi.

"Sejak Maret 2020 dan ditargetkan selesai Desember 2020. Karenanya di tengah pandemi COVID-19 ini, kegiatan kami untuk mengeruk lumpur di seluruh tempat aliran air tidak berkurang. Justru ditingkatkan akibat musim hujan mendekati Jakarta," kata Juaini.

Lebih lanjut, Juaini meyakini proyek ini dapat mencegah luapan air dari kali dan saluran ke pemukiman warga karena daya tampung saluran dan kali bertambah seiring pengerukan material sedimentasi oleh petugas.

Dalam pengerukan lumpur di Kali Baru Barat sendiri, Juaini mengerahkan tujuh unit eskavator dan 20 truk untuk mengangkut lumpurnya yang kemudian akan diangkut dan dibuang ke Ancol, Jakarta Utara.

Dia menyebutkan bahwa dana program Grebek Lumpur ini memakai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020. Dengan mekanisme pengerjaannya memakai sistem swakelola, melalui anggaran pemeliharaan yang ada di dinas maupun di suku dinas (sudin).

Adapun nilai anggarannya di setiap sudin bervariasi namun berkisar di angka Rp80 miliar.

Jadi perhatian
Program Gerebek Lumpur ini menjadi perhatian dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang kemudian dibuktikan dengan kedatangan mereka ke Kali Baru Barat, Tebet, Jakarta, Rabu.

Anies datang lebih dulu tapi kemudian bertolak ke Polda Metro Jaya untuk menghadiri Apel Kesiapan Tanggap Bencana Banjir tahun 2020-2021. Sementara Riza datang setelahnya untuk melakukan pengecekan perkembangan Grebek Lumpur yang dilakukan Dinas SDA.

Juaini menyebut kedatangan Anies dan Riza untuk memastikan kelancaran program Grebek Lumpur, sekaligus bentuk kepedulian Pemprov DKI pada masyarakat Jakarta.

"Tadi pagi pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur datang mengecek lokasi pengerukan. Memang dari kemarin-kemarin (beberapa hari lalu) beliau berdua sangat antusias dan mendukung kegiatan Grebek Lumpur yang diadakan Dinas SDA dan Sudin SDA ini karena ini langkah antisipasi musim hujan dan luapan," ujarnya.

Ia juga menambahkan, kehadiran dua pejabat itu dapat memberikan semangat kepada tim di lapangan.

"Pengerukan lumpur ini tidak hanya dilakukan di kali saja, tapi di seluruh tempat yang menjadi aliran air seperti sungai, situ, waduk dan sebagainya," kata Juaini.

Baca juga: Hadapi musim hujan Sudin SDA Jakbar rutin grebek lumpur
Baca juga: Pemprov DKI lebih masifkan Grebek Lumpur hadapi musim hujan

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Waspadai La Nina, BMKG prediksi puncak musim hujan awal tahun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar