Bola Basket

Komisi III DPR RI setujui permohonan naturalisasi Jawato dan Prosper

Komisi III DPR RI setujui permohonan naturalisasi Jawato dan Prosper

Pebasket Indonesia Patriots Brandon Van Dom Jawato (kiri) melakukan lay up yang dihadang pebasket Louvre Surabaya Martavious Tarell Irving saat pertandingan seri keenam Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020 di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020). ANTARA FOTO/Moch Asim/ama.

Permohonan naturalisasi cabang basket ini mendesak karena kita akan jadi tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023
Jakarta (ANTARA) - Komisi III DPR RI menyetujui permohonan Kemenpora atas pertimbangan pemberian status kewarganegaraan RI atau naturalisasi kepada dua pebasket impor atas nama Brandon Jawato dan Lester Prosper.

Selain Jawato dan Prosper, nama pemain impor di timnas basket putri, yakni Kimberly Pierre-Louis serta pemain Persija Jakarta Marc Anthony Klok juga menjadi atlet lainnya yang telah disetujui DPR RI untuk disahkan menjadi WNI.

“Komisi III dapat menyetujui pertimbangan permohonan WNI bagi Brandon Van Dorn Jawato, Kimberly Pierre-Louis, Lester Prosper, dan Marc Anthony Klok untuk selanjutnya diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir dalam rapat kerja virtual bersama Menpora Zainudin Amali, Menkumham Yasonna Laoly serta Ketum PSSI dan Ketum PB Perbasi, Senin.

Baca juga: Kalah lagi, pelatih Indonesia singgung lambatnya proses naturalisasi

Adies Kadier berharap upaya naturalisasi itu dapat meningkatkan prestasi olahraga Tanah Air, terutama basket dan sepak bola.

Kehadiran Jawato dan Prosper juga diharapkan dapat membantu timnas basket putra agar lolos fase kualifikasi Piala Asia FIBA 2021 setelah menelan dua kekalahan pada windows pertama, Februari lalu.

Skuat Garuda masih memiliki dua laga tersisa pada 27 dan 30 November untuk menghadapi Thailand dan Korea Selatan.

Indonesia setidaknya harus menempati posisi 10 besar Piala Asia FIBA 2021 apabila ingin tampil di Piala Dunia FIBA 2023 sebagai tuan rumah.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang hadir dalam rapat kerja tersebut menyampaikan terima kasih atas persetujuan yang diberikan.

“Permohonan naturalisasi cabang basket ini mendesak karena kita akan jadi tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023. Dengan materi yang kita punya saat ini terlalu berat untuk bisa lolos,” kata Zainudin.

“Terima kasih saya sampaikan atas persetujuan semuanya,” tambah dia.

Baca juga: Menakar peran Indonesia dalam gelar juara ABL milik CLS

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kalah lawan Korea, timnas Indonesia tak ingin mengkambing-hitamkan ketiadaan pemain naturalisasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar