Jambi (ANTARA News) - Sebanyak 115 ternak ayam yang positif terinveksi virus H5N1 atau biasa disebut flu burung dimusnahkan dinas peternakan (Disnak) Kota Jambi selama dua minggu terakhir.

Dihubungi di Jambi, Minggu, Kepala Disnak Kota Jambi, Harlik mengatakan, penyebaran virus flu burung di Kota Jambi diperkirakan masih cukup tinggi. Hal itu disebabkan kondisi cuaca di Kota Jambi yang berubah-ubah.

"Curah hujan tinggi, namun terkadang panas menyengat. Kondisi tersebut memudahkan penyebaran flu burung karena kondisi tubuh unggas lemah," ujarnya.

Selama dua minggu terahir sejak ditemukannya ayam positif flu burung, virus ini sudah menyebar di empat kecamatan di Kota Jambi. Masing-masing di Kecamatan Telanaipura, Jambi Selatan, Danau Teluk dan Kotabaru.

Menurut Harlik, dari beberapa kasus yang ada, hingga kini baru ternak unggas jenis ayam yang ditemukan positif flu burung. Sebagian besar ayam yang terkena virus tersebut adalah ayam yang tidak dikandangkan.

"Hingga kini kami belum menemukan kasus ayam positif flu burung yang memang diternak dan dikandangkan secara permanen," katanya.

Melihat kondisi tersebut, Harlik memperkirakan, ayam yang tidak dikandangkan lebih rentan terhadap flu burung. Unggas ayam yang bebas berkeliaran justru akan mudah terkena flu burung, apalagi ayam-ayam tersebut kebanyakan tidak pernah diperiksa dan diberi obat anti flu burung. Berbeda dengan ayam yang memang hidup dikandang dan diternak secara permanen. Kondisi ayam ini selalu dipantau dan diberi disinfektan secara rutin.

Untuk mencegah penularan flu burung, Disnak Kota Jambi telah membentuk tim penanggulangan flu burung yang terdiri dari empat tenaga dokter hewan dengan dibantu tim paramedis. Tim ini secara rutin setiap minggu melakukan pengecekan dengan mencoba mengisolasi daerah yang ditemukan positif flu burung.

Tidak hanya itu, Disnak Kota Jambi juga telah memberikan ribuan vaksin anti flu burung kepada para peternak ayam berikut warga yang memiliki ternak unggas lainnya. Penyemprotan dan pembersihan kandang menggunakan disinfektan juga dilakukan guna mensterilkan kandang dari penyebaran virus.

Untuk menekan angka penyebaran virus flu burung tersebut, Disnak Kota Jambi juga terus mensosialisasikan akan penanggulangan flu burung. Apalagi, kata dia, penularan virus H5N1 ini mulai berubah dari biasanya.

Harlik menjelaskan, saat virus tersebut melanda beberapa daerah di Indonesia, tanda-tanda unggas positif flu burung bisa terlihat dari kondisi fisik unggas seperti dilihat dari jengger yang berubah warna dan kaki yang terlihat membengkak. Namun, saat ini tanda-tanda tersebut sudah berubah dan tidak terlihat lagi.

"Ayam terlihat biasa saja tidak ada perubahan pada fisik, namun tiba-tiba saja ayam tersebut mati mendadak sehingga ciri-ciri fisik amat sulit terlihat. Unggas baru bisa dideteksi apabila sudah diperiksa," tuturnya.

Untuk itu, Harlik menghimbau agar warga cepat melapor jika menemukan ayam yang tiba-tiba mati mendadak meski hanya satu ekor. Sebab, katanya, jika ayam tersebut positif flu burung akan membahayakan ayam lainnya yang berada dalam radius 500 meter.

Harlik menambahkan, untuk menekan angka penyebaran ayam dan mencegah distribusi ayam yang terindikasi flu burung dipasaran, Disnak Kota Jambi berencana melakukan pengecekan disejumlah pasar yang menjual daging ayam dan unggas lainnya.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan dinas perhubungan untuk mengecek distribusi ayam yang keluar maupun masuk Kota Jambi," tambah Harlik. (BS/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010