Canberra (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan kabar tentang kematian teroris Dulmatin dalam sebuah jamuan makan siang oleh PM Australia Kevin Rudd di Gedung Parlemen Australia di Canberra, Rabu.

"Saya dapat berita dari Tanah Air, bahwa setelah Indonesia melumpuhkan tokoh teroris Dr Azahari dan Noordin M Top, yang mengganggu Asteng. Alhamdulilah Polisi Indonesia telah melumpuhkan satu tokoh teroris Asia Tenggara lainnya Dulmatin, dalam sebuah operasi polisi di Jakarta," kata Presiden yang disambut tepuk tangan hadirin.

Penumpasan dan pencegahan aksi teroris, lanjut Presiden adalah hal penting yang harus dilakukan demi keselamatan manusia dunia.

"Keselamatan manusia Indonesia dan manusia Australia sangat penting. Mari kita bekerja sama secara global untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan terorisme di muka bumi," kata Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden banyak mengungkapkan hal lucu dalam kunjungan kenegaraannya kali ini seperti banyaknya mahasiswa Indonesia di Australia saat ini.

"Dua menteri saya Mendag Mari Pangestu dan Menlu Marty Natalegawa merupakan lulusan Australia. Mungkin hal itu yang membuat banyak banyak yang kuliah di Australia agar bisa menjadi menteri kelak," katanya.

Presiden mengatakan perlunya peningkatan hubungan kerja sama antar kedua negara untuk membawa masyarakat kedua negara ke masa depan yang lebih cerah.(ANT/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010