BNPP akui akses jalan menuju batas negara di Sintang rusak

BNPP akui akses jalan menuju batas negara di Sintang rusak

Ilustrasi - Dua truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina terjebak di jalanan berlumpur di Dusun Tapang Kabang, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (15/11/2018). Jalan kubangan berlumpur sepanjang 60 kilometer yang berbatasan dengan Malaysia tersebut merupakan jalur lintasan untuk mengantar pasokan BBM Satu Harga ke SPBU Kompak di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalbar. ANTARA FOTO/HS Putra/jhw/kye.


Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Pelaksana Harian Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP, Robert Simbolon mengakui kondisi akses jalan menuju kawasan perbatasan di wilayah Sintang rusak berat, sehingga sangat masuk akal jika Pemkab setempat mengusulkan agar jalan tersebut berstatus jalan nasional.
 
"Kami juga sudah melihat foto-foto jalan dari Sintang menuju kawasan perbatasan. Itu memang memprihatinkan, namun itu tanggung jawab kita bersama," kata Robert Simbolon, di Sintang, Kalimantan Barat, Kamis.
 
Disampaikan Robert Simbolon, pemerintah pusat tetap akan membangun kawasan perbatasan, hanya saja akan dilakukan secara bertahap.
 
Menurut dia, berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2019 Tentang percepatan pembangunan 11 PLBN, salah satunya adalah PLBN Sungai Kelik Kabupaten Sintang.
 
"Jadi menurut kami usulan perubahan status jalan untuk mempercepat pembangunan jalan yang diajukan oleh Pemkab Sintang, sangat masuk akal, hanya saja perlu proses," ucap Robert Simbolon.*

Baca juga: Pemkab Sintang gelar operasi pasar di perbatasan dengan Malaysia
 

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar