Persentase kasus aktif COVID-19 di Indonesia sedikit di bawah dunia

Persentase kasus aktif COVID-19 di Indonesia sedikit di bawah dunia

Koordinator Tim Pakar Juru Bicara Pemerintah untuk Pengangan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memberikan update hasil penanganan COVID-19 di media center #satgascovid19 di Jakarta, Kamis (8/10/2020). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Jadi kita sedikit di bawah kasus aktif dunia
Jakarta (ANTARA) - Koordinator Tim Pakar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan kasus aktif COVID-19 di Indonesia saat ini mencapai 64.924 atau 20,3 persen sementara di dunia mencapai 21,7 persen.

"Jadi kita sedikit di bawah kasus aktif dunia," kata Wiku dalam keterangan persnya di Media Center Satgas COVID-19 Jakarta, Kamis.

Menurut Wiku, kasus aktif COVID-19 masih perlu terus diperhatikan di setiap daerah meski angkanya terus menurun di setiap minggunya jika dibandingkan awal masa pandemi. Kasus aktif mencapai 91,26 persen pada Maret dan menjadi 21,05 persen di awal Oktober 2020.

Baca juga: Satgas: Vaksin bukan jaminan tuntasnya pandemi COVID-19

Sedangkan jumlah kumulasi pasien sembuh COVID-19 sudah mencapai 244.060 atau 76,1 persen dari total kumulasi kasus sebanyak 320.714. Angka tersebut, menurut Wiku, juga sedikit lebih baik dari dunia yang mencapai 75,3 persen.

Sementara itu, untuk jumlah kumulatif kasus meninggal karena COVID-19 di Indonesia mencapai 11.580 jiwa atau 3,6 persen. Menurut Wiku, prosentase tersebut terus menurun meski untuk angka di dunia 2,9 persen, sehingga upaya bersama untuk menekan angka kematian harus lebih besar lagi.

Baca juga: Satgas: Kasus positif dan kematian COVID-19 mingguan turun

Selanjutnya dari 514 kabupaten/kota ada 374 atau 72,76 persen daerah yang mampu menekan angka kematian di bawah 10 kasus karena COVID-19.

Secara nasional pada pekan ini, ia mengatakan jumlah kematian mengalami penurunan 7,7 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Provinsi dengan prosentase kematian tertinggi ada di Jawa Timur mencapai 7,31 persen, Jawa Tengah mencapai 6,08 persen, Nusa Tenggara Barat mencapai 5,94 persen, Sumatera Selatan mencapai 5,63 persen, dan Bengkulu mencapai 5,08 persen.

Baca juga: Penanganan COVID-19 di 10 provinsi prioritas tunjukkan perbaikan

Sedangkan penyumbang angka kematian tertinggi per 04 Oktober 2020 antara lain Kalimantan Timur naik 35 kematian, Jawa Barat naik 25 kematian, Sumatera Barat naik 20 kematian, Aceh naik 17 kematian dan Papua naik 15 kematian.

Wiku juga menyebutkan ada 22 kabupaten/kota dengan jumlah kematian karena COVID-19 di atas 100 jiwa, dan terbanyak terjadi pada mereka di usia 60 tahun ke atas yang mencapai 14,67 persen, sedangkan usia 46-59 tahun mencapai 6,11 persen.

Baca juga: Pemerintah berencana gunakan tes cepat antigen untuk deteksi COVID-19

Oleh karena itu, Wiku mengajak masyarakat untuk saling melindungi kelompok usia rentan tersebut dengan mengajak mereka untuk tidak bepergian keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak.

Selain itu, menjauhi keramaian, perkumpulan dan kegiatan sosial, hindari kunjungan keluarga, serta anjurkan lansia untuk melakukan kegiatan menyenangkan sehingga meningkatkan imunitas.

Kelompok rentan tersebut juga perlu cukup tidur malam selama enam jam, dan tidur siang selama dua jam. Lalu makan makanan yang bergizi, selalu menjaga kebersihan diri dengan menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

#satgascovid19 #ingatpesanibu #jagajarak

Baca juga: Kasus positif COVID-19 Indonesia bertambah 4.850 jadi 320.564 kasus

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

30 Menit Ekstra - Pesta pernikahan yang jadi tren saat pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar