imarJakarta (ANTARA News) - Imparsial mendesak pemerintah RI membahas penegakan HAM (Hak Asasi Manusia) dengan AS sehubungan rencana kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia.

"Kami berharap ada satu langkah konkret terkait proses Demokratisasi dan penegakkan HAM dari kunjungan Obama ke Indonesia," kata Al Araf Direktur Program Imparsial pada konferensi pers di kantor Imparsial kawasan Matraman Jakarta.

Rencana penutupan kamp Guantanamo yang meleset dari bulan Januari 2010 oleh AS menjadi hal penting bagi Imparsial karena lima di antara para tersangka kasus teror akan dihukum mati dan diadili di luar Amerika.

"kami menolak hukuman mati dimanapun," ujar Araf dan "Kami meminta Hambali teroris asal Indonesia yang di tahan di Guantanamo itu diekstradisi," tutur Managing Director Imparsial Poengky Indarti.

Ketika disinggung mengenai rencana Obama yang akan memberikan bantuan pertahanan terhadap Indonesia, Poengky berpendapat bantuan tersebut hendaknya dialokasikan untuk angkatan laut dan angkatan udara Indonesia karena kebutuhan itu sudah mendesak bagi negara kepulauan seperti indonesia.

Pernyataan sikap yang mendesak kedua pemimpin negara itu mencakup tiga hal yaitu komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap penegakkan HAM di Indonesia, mendesak penuntasan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, dan juga agar Presiden Yudhoyono membicarakan percepatan penutupan kamp Guantanamo oleh Presiden Obama.(YUD/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010