Magelang (ANTARA News) - Menteri Agama, Suryadharma Ali, mengatakan bahwa berbagai pondok pesantren dan madrasah menjadi benteng yang kuat untuk mencegah terorisme.

"Kami melakukan berbagai cara termasuk pendekatan-pendekatan ke ponpes dan madrasah, agar menjadi benteng bagi tercegahnya terorisme masuk lembaga-lembaga pendidikan islam seperti madrasah dan ponpes," katanya di sela perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Darussalam Watucongol, Desa Gunung Pring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di Magelang, Minggu.

Ia mengatakan, berbagai upaya kemenag itu hingga saat ini sudah terlihat hasil positifnya.

Jajarannya, katanya, memberikan penjelasan kepada masyarakat melalui ponpes dan madrasah itu menyangkut ajaran Islam yang benar.

"Kami datang dengan menjelaskan kira-kira bagian mana yang bisa disebut sebagai ajaran Islam. Kalau perang itu dalam islam musuhnya jelas, targetnya juga jelas," katanya.

Ia menyatakan bahwa musuh dan target para pelaku teror di Indonesia tidak jelas.

"Yang mati orang Islam bahkan yang mati tidak berdosa, mereka tidak berdosa," katanya.

Ia mengatakan, teroris telah merusak Islam karena Islam tidak mengajarkan terorisme. Perjuangan pemeluk Islam tidak menyandarkan kepada cara-cara kekerasan dan bahkan menimbulkan korban yang tidak berdosa.

Para teroris yang mengatasnamakan Islam, katanya, sesungguhnya merugikan Islam.

Ia mengaku, jaringan terorisme tersusun secara rapi dengan gerakan, pembiayaan dan target yang rapi pula sehingga aparat keamanan harus lebih intensif memberantas mereka.

Ia menyatakan, terorisme sebagai gerakan kecil di Indonesia dan tidak mencerminkan Islam Indonesia.

"Tetapi gerakan itu menarik perhatian sehingga menjadi besar dan seolah-olah mereka besar di Indonesia," katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa kemenag sedang menyusun program pendidikan agama untuk para narapidana termasuk napi teroris supaya mereka kembali kepada ajaran Islam yang benar.

"Kami senang sekali kalau mereka mau mendapatkan pandangan-pandangan yang lain dari pandangan yang telah mereka miliki pada saat itu," katanya.

Ia mengharapkan, pendidikan agama untuk napi bisa dilaksanakan pada Tahun 2010.

Forum dialog untuk mereka, katanya, juga harus diperluas supaya mereka tidak memahami Islam hanya berasal dari satu sumber tetapi juga memahami sumber lainnya.
(T. ANT/P003)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010