Bantul (ANTARA News) - Tim SAR Pantai Samas dan Pantai Kwaru Kabupaten Bantul dibantu Polairud Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Marinir sampai kini belum berhasil menemukan keberadaan dua korban terseret ombak di kawasan pantai itu, Minggu (14/3).

"Sampai saat ini kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban, kami masih terus menyisir pantai untuk mencari kkorban terseret ombak dengan menerjunkan 17 personel SAR," kata Koordinator Tim SAR Pantai Kwaru, Suratno, Senin.

Menurut dia, untuk pencarian pada Senin ini tim SAR gabungan menyisir di sepanjang Pantai Kwaru ke arah timur hingga Pantai Samas dan penyisiran hingga Pantai Pandansimo untuk pencarian ke arah barat.

"Selain pencarian dengan perahu jukung dan perahu karet Polda DIY, upaya untuk menemukan korban juga dilakukan dengan memasang jala di tepi pantai sehingga jika korban terbawa ombak ke tepi pantai dapat tersangkut di jala tersebut," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini masih berkonsentrasi dengan pencarian korban kecelakaan laut di Pantai Kwaru yang jelas identitasnya dan sudah ada laporannya, karena untuk korban tenggelam di Pantai Samas sampai saat ini belum diketahui identitasnya dan tidak ada laporan dari keluarga tentang kerabatnya yang hilang.

"Fokus utama pencarian pada korban laut di Pantai Kwaru, sekaligus mencari korban tenggelam di Pantai Samas, jika memang ada korbannya," katanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa dua wisatawan hilang terseret ombak pantai Samas dan Pantai Kwaru di pantai selatan Kabupaten Bantul, Minggu (14/3) pagi. Korban di Pantai Kwaru diketahui bernama Tursinah (11) warga Nyamplungan, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta yang terbawa ombak saat bermain di tepi pantai.Sedangkan korban tenggelam saat mandi di laut Pantai Samas belum diketahui identitasnya.
(U.V001/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010