Padang (ANTARA News) - Ribuan warga di Nagari Sungai Janiah, Kecamatan Gunung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa, terisolasi akibat dua buah jembatan putus, kata Koordinator Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edwar.

"Derasnya aliran sungai yang bermaterial batu besar dan kayu dua buah jembatan putus, akibatnya ribuan warga terisolasi di daerah Sungai Janiah, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok", katanya.

Dua jembatan yang putus tersebut yakni menghubungkan daerah Nagari Sungai Janiah dengan Nagari Koto Anau, yang terletak diJorong Talago Dadok Nagari Sungai Janiah, Kecamatan Lembang Jaya, serta jembatan yang menghubungkan Nagari Sungai dengan Nagari Gunung Talan, yang terletak di Jorong (Desa,red) Tabek Patah Nagari Talang Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Menurutnya, hujan lebat mengguyur hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Solok sejak pukul 16.00 WIB, air sungai di Nagari Sungai Janiah, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok meluap menyebabkan dua buah jembatan hancur.

"Jembatan putus tersebut akibat derasnya aliran sungai yang datang dari kaki Gunung Talang yang membawa material batu besar serta kayu," ucapnya.

Dia menambahkan, selaian menghancurkan dua buah jembatan, juga merusak 8 unit rumah warga di di Nagari Sungai Janiah, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, diterjang banjir bandang.

"Banjir bandang juga menyebabkan pulahan hektar persawahan milik masyarakat rusak, terancam gagal panen, serta satu buah tiang listrik rebah, sehingga aliran listrik ke nagari tersebut terputus," jelasnya.

Dia mengatakan, hujan lebat yang mengguyur daerah Sungai Janih, Kabupaten Solok tersebut juga menimbulkan tanah longsor.

"Kita berupaya untuk menyelamatkan warga yang terisolasi akibat dua buah jembatan putus akibat diterjang aliran sungai yang bermaterial batu besar dan kayu", katanya.

Menurutnya, Tim SAR, pihak kepolisian, saat ini membutuhkan satu unit alat berat untuk mengangkat material batu besar dan kayu yang dibawa arus sungai ke jalan.

"Hingga saat ini, air yang menggenang sudah mulai surut. Namun, warga masih berantisipasi ketakutan datangnya banjir susulan," ujarnya. (Ant/R009)


Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010