Kemendes bangun "ampiteater" di Lombok Utara

Kemendes bangun "ampiteater" di Lombok Utara

Dokumentasi - Sepasang wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Sunset Point Gili Trawangan Tanjung, Lombok Utara, NTB, Sabtu (6/9/2014). ANTARA FOTO/Eka Fitriani/Ahs/Asf/pd/aa.

Tentu kami akan fokus menampilkan seni dan budaya yang sudah ada di Kabupaten Lombok Utara, seperti tari sireh, atau bisa juga ritual adat yang bisa dipentaskan, tentunya setelah ada dukungan dari masyarakat adat
Mataram (ANTARA) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan membangun "ampiteater" sebagai tempat pertunjukan hiburan, seni, dan budaya untuk meningkatkan kunjungan turis ke Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Lombok Utara.

"Kami sudah mengajukan usulan dan sepertinya sudah ada lampu hijau. Tapi kami masih menunggu perkembangannya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Vidi Eka Kusuma, di Lombok Utara, Selasa.

Ia mengatakan untuk mendukung terwujudnya fasilitas pertunjukan seni dan budaya bagi wisatawan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah menyiapkan lahan Teluk Nare, Kecamatan Pemenang.

Lokasi pembangunan di areal terminal yang saat ini tidak terpakai dianggap cukup strategis karena mudah aksesnya, sehingga gampang bagi wisatawan untuk singgah menonton, baik turis yang datang langsung maupun singgah sementara (transit).

"Nanti kementerian yang akan membangun dengan dana APBN. Daerah hanya mengusulkan dan menyiapkan lahan," ujarnya.

Baca juga: Kemenristek dorong madu trigona Lombok Utara diekspor

Dia menjelaskan keberadaan fasilitas pertunjukan seni dan budaya tersebut penting, sebab salah satu unsur di sektor pariwisata adalah atraksi, baik atraksi alam, buatan, maupun budaya.

Atraksi budaya dalam situasi pandemi, lanjut dia, menjadi penting sebagai salah satu penentu ramainya destinasi, sebab atraksi buatan justru mati. Atraksi budaya juga bisa jadi satu peluang asal dikelola dengan baik, seperti atraksi Pasola di Nusa Tenggara Timur.

"Kalau kita sudah punya 'ampiteater', berbagai pergelaran seni bisa dilakukan secara rutin, dan itu menjadi jadwal bagi wisatawan untuk datang menyaksikan," ucapnya.

Ia optimistis dengan adanya fasilitas pertunjukan seni dan budaya akan mampu meningkatkan usaha pengembangan seni dan budaya warisan leluhur masyarakat Kabupaten Lombok Utara.

Selain itu, warisan seni dan budaya yang masih terpelihara di tengah masyarakat Kabupaten Lombok Utara akan bisa dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi hingga internasional karena turis asing bisa menontonnya.

"Tentu kami akan fokus menampilkan seni dan budaya yang sudah ada di Kabupaten Lombok Utara, seperti tari sireh, atau bisa juga ritual adat yang bisa dipentaskan, tentunya setelah ada dukungan dari masyarakat adat," kata Vidi.

Baca juga: Wamendes PDTT: SDM jadi salah satu kunci digitalisasi ekonomi desa
Baca juga: Mendes PDTT yakin BUMDes bisa jadi badan usaha independen

Pewarta: Awaludin
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Lombok Utara terima hibah pariwisata Rp15,32 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar