Bangkok (ANTARA News) - Perwakilan Indonesia di Thailand telah mulai mempersiapkan berbagai fasilitas yang akan digunakan delegasi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi 10 negara ASEAN yang akan berlangsung di Hua Hin, Thailand, pada 27 Februari hingga 1 Maret mendatang. Hua Hin sendiri merupakan lokasi baru yang baru-baru ini ditetapkan Pemerintah Thailand untuk menjadi tempat pelaksanaan KTT ke-14 ASEAN --sebelumnya pertemuan puncak para pemimpin ASEAN itu dijadwalkan berlangsung di ibukota Thailand, Bangkok. "Walaupun ada perubahan, segera sudah kita mulai persiapkan berbagai fasilitas, baik berupa aspek-aspek teknis maupun substansial seperti materi dan bahan baku untuk pertemuan-pertemuan nanti," kata Duta Besar RI untuk Thailand Mohammad Hatta kepada ANTARA News di Bangkok, Minggu. Berkaitan dengan kemungkinan hadirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan delegasi Indonesia dari Jakarta, ujar Hatta, KBRI Bangkok antara lain telah mempersiapkan hotel, pengamanan, ruang pertemuan bagi delegasi Indonesia dan ruang pers. Pihak pemerintah Thailand sendiri telah menyatakan siap menggelar KTT ke-14 ASEAN di Hua Hin pada 27 Februari hingga 1 Maret mendatang, kendati terpaksa harus menunda pertemuan-pertemuan puncak dengan negara-negara mitra ASEAN lainnya yaitu antara lain China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru dan India pada bulan April mendatang. Pada Rabu (14/1), Dubes Mohammad Hatta dan para kepala perwakilan negara-negara ASEAN lainnya melakukan pertemuan dengan perdana menteri Thailand yang baru, Abhisit Vejjajiva. Abhisit antara lain mengungkapkan kesiapan Thailand menggelar pertemuan puncak pemimpin ASEAN di Hua Hin. "Beliau (PM Abhisit, red) menyatakan Thailand ingin menindaklanjuti hal-hal apapun yang telah disepakati leh para pemimpin ASEAN, terutama menggiring pelaksanaan Piagam ASEAN," kata Hatta. "Juga diungkapkan bahwa kondisi Hua Hin saat ini dalam keadaan aman, tenang dan damai. Landasan terbang bisa didarati oleh pesawat-pesawat hingga tipe Airbus 320 dan Boeing 737. Dengan kondisi seperti itu, mereka serahkan sepenuhnya kepada kita (untuk menentukan partisipasi pada pelaksanaan KTT ASEAN di Hua Hin, red)," tambah Hatta. Pelaksanaan KTT ASEAN di Hua Hin diumumkan oleh PM Abhisit pada 7 Januari lalu. Ia mengakui bahwa pemindahan tempat KTT dari Bangkok ke Hua Hin antara lain untuk menghindari ancaman blokade pertemuan puncak tersebut oleh para pendukung Thaksin Shinawatra, mantan PM Thailand yang digulingkan melalui kudeta militer pada 2006. Tanggal dan tempat pelaksanaan KTT ke-14 ASEAN telah diubah lebih dari satu kali sehubungan dengan krisis politik yang dihadapi Thailand. Sebelumnya, KTT dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2009 --bertepatan dengan berlakunya Piagam ASEAN. Namun pemerintah Thailand harus menunda pertemuan menyusul dengan pendudukan Bandara Internasional Suvarnabhumi dan Bandara Domestik Don Muang oleh para pengunjuk rasa Aliansi Rakyat sejak bulan November. Hua Hin adalah sebuah kota pesisir pantai --sekitar 200 kilometer barat daya Bangkok, yang juga tempat istana Raja Bhumibol Aduljadej berlokasi. Dalam pertemuan PM Abhisit-para kepala perwakilan ASEAN Rabu lalu, Dubes Hatta berkesempatan menyampaikan ucapan selamat dari pemerintah Indonesia atas terpilihnya Abhisit sebagai perdana menteri yang baru --menggantikan Somchai Wongsawat. "Selain itu, kami menyampaikan kepada PM Abhisit harapan Indonesia agar Thailand segera dapat keluar dari berbagai kesulitan," kata Hatta. Secara khusus, ungkap Dubes, dalam kesempatan pertemuan tersebut Abhisit juga menyampaikan terima kasih atas batnuan Indonesia dalam menjembatani pembicaraan damai untuk konflik di Thailand Selatan. "Thailand akan membangun sebuah komite yang akan menangani masalah-masalah perbatasan di Thailand Selatan dan akan berusaha keras untuk mempercepat proses pembangunan di wilayah tersebut," ujar Hatta.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009