STMKG diminta lakukan transformasi budaya akademik

STMKG diminta lakukan transformasi budaya akademik

Ilustrasi - Sebanyak 365 peserta yang terdiri atas pegawai BMKG yang masih aktif, dosen, dan taruna STMKG membuat peta cuaca streamline (peta angin) pada peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (HMKG) di Jakarta, Rabu (14/8/2019). (ANTARA/HO-Humas BMKG)

Pada era disrupsi ini, kita harus berani mendisrupsi diri dan organisasi kita sendiri agar mampu bertransformasi progresif sesuai tuntutan zaman
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) segera melakukan transformasi budaya akademik.

"STMKG harus tertib administrasi dan melarang keras segala bentuk pungutan demi mewujudkan suasana akademik dan proses pembelajaran yang kondusif," katanya melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/10).

Langkah awal BMKG menertibkan dan membenahi STMKG dengan menunjuk Nyoman Sukanta menjadi ketua yang baru setelah pejabat yang lama mengundurkan diri. Penunjukan Sukanta sebagai ketua juga diikuti dengan peremajaan pengurus akademik maupun pejabat struktural untuk menjaga suasana dan budaya kerja yang terus maju dan inovatif.

"Pada era disrupsi ini, kita harus berani mendisrupsi diri dan organisasi kita sendiri agar mampu bertransformasi progresif sesuai tuntutan zaman," tuturnya.

Sukanta bersama jajaran pengurus baru diharapkan segera melakukan pembenahan dan penertiban administrasi akademik dan membangun suasana akademik yang mendorong prestasi dan inovasi melalui evaluasi dan penyempurnaan kurikulum, peningkatan sarana dan prasarana serta proses pembelajaran, dan pengembangan kapasitas dosen, terutama para dosen muda untuk melanjutkan studi.

Para taruna STMKG juga didorong untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ilmiah dan inovasi teknologi, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta kerja sama dengan berbagai universitas di Indonesia maupun mancanegara.

Sejumlah kerja sama dengan berbagai universitas telah dan sedang disiapkan, antara lain dengan Universitas Gadjah Mada, penelitian kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Huddersfield Inggris, dan Universitas Swansea Inggris didanai NERC Newton Fund dan Ristek BRIN, kerja sama dengan Universitas Reading Inggris, dan kerja sama dengan lembaga meteorologi Prancis disertai dengan pengiriman dosen muda untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Sejalan dengan semangat pembaruan, senat STMKG juga telah memutuskan pergantian pejabat nonstruktural yang telah bertugas selama lebih dari empat tahun dengan staf yang berkinerja baik dan memiliki semangat kerja tinggi.

Baca juga: 13 persen kuota taruna STMKG dialokasikan untuk Papua
Baca juga: Prototipe alat deteksi longsor dipasang STMKG di Banjarnegara

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

La Nina dan El Nino, ini dampaknya bagi masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar