Padang (ANTARA News) - Kapal Motor (KM) Cendana terbalik di Perairan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (23/3) sekitar pukul 15.00 WIB,sebanyak10 orang penumpang kapal nyaris tewas.

Dari sepuluh orang yang tenggelam itu terdiri dari empat polisi Airud Polda Sumbar Briptu Yules Andamari, Briptu Oktafian, Bripda Maswanir dan Bripda Irwan Santri, lalu lima orang lagi dari Kota Padang yaitu Mak Etek, Nawi, Aung, Chandra, Hen dan satu orang adalah kapten kapal Deni Melan warga Purus Kota Padang.

Selama 20 jam, mereka terapung-apung, berhasil diselamatkan oleh 14 awak buah Kapal (ABK) KMS 04 milik warga Pantai Pasir Kandang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Rabu (24/3) sekitar pukul 07.00 WIB.

Nahkoda Kapal KMS 04, Ujang, di Padang, mengatakan berangkat ke perairan Mentawai, Senin (22/3) lalu, untuk menangkap ikan, karena memenuhi perekonomian keluarganya. Melihat ada bentuk-bentuk yang mencurigai ditengah-tengah laut.

"Setelah didekati, ternyata sesosok manusia yang tengah mengapung dengan menggunakan alat drigen di perairan Mentawai dan kondisinya masih hidup dan selamat," katanya.

Menurutnya, dari keterangan korban yang selamat, masih ada sembilan orang lagi yang masih berada di perairan Mentawai.

"Dari keterangan tersebut, kami selanjutnya berusaha mencari sembilan orang penumpang KM Cendana yang mau mengitari perairan Mentawai," ujarnya.

Dia menambahkan, setelah berjam-berjam mencari, delapan orang lagi ditemukan dalam keadaan masih hidup dan menggunakan alat bertahan dengan menggunakan kayu atap kapal.

"Namun satu orang lagi tidak ketemu yaitu kapten kapal KM Cendana, usaha pencarian tidak berhenti, sekitar tujuh mil dari lokasi tenggelam kapalnya, Deni berhasil ditemukan, ia tengah bertumpu oleh drigen dan masih hidup,",jelasnya.

Dia mengatakan, setelah semua penumpang kapal ditemukan dalam keadaan selamat, kami membawa mereka ke Pantai Pasir Kandang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

"Para penumpang KM Cenda yang selamat tersebut disambut oleh warga setempat, pihak keluarga dan beberapa petugas Airud Polda Sumbar, Puskesmas serta Polsek Koto Tangah.

Dia menambahkan, setelah sampai di daratan, tim medis langsung memeriksa kondisi 10 orang penumpang kapal yang selamat tersebut.

"Dari sepuluh orang terapung ini, hanya kapten kapal dirujuk ke rumah sakit, karena banyak meminum air laut, sehingga untuk bernapas sedikit susah," jelasnya.

Mak Etek, penumpang KM Cendana di Padang, mengatakan, kapal berangkat dari Pulau Siberut pada Selasa sekitar pukul 07.00 WIB dan bermuatan manao seberat 24 ton tujuan Kota Padang.

"Namun ditengah perjalanan sekitar pukul 14.00 WIB, kapal diterjang badai dan ombak besar dengan ketinggian sekitar empat meter`,kata Mak Etek, penumpang KM Cendana

Dia menambahkan, akibat terjangan badai tersebut kapal ini miring, lama kelamaan tenggelam dan mereka langsung mencari atap kapal untuk bertahan hidup.

"Tetapi Deni (Nahkoda KM Cendana) malah terbawa arus dan menghilang dari lokasi kapal tenggelam. Selama terapung, kami tidak makan hanya sekali-kali meminum air laut," ujar Mak Etek yang tengah lemas.(Ant/R009)


Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010