Jakarta (ANTARA News) - Tim Ekspedisi Indonesia Seven Summits dari kelompok pencinta alam Wanadri telah merampungkan persiapannya untuk pendakian menaklukan tujuh puncak gunung tertinggi di dunia.

"Persiapan fisik dan mental kami telah rampung 90 persen," kata Yoppi R. Saragih, ketua harian tim Indonesian Seven Summits Indonesia kepada ANTARA News di tengah latihan panjat dinding dan aerobik di kompleks Gedung Olah Raga Sumantri Bojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/3).
 
Menurut Yoppie latihan panjat dinding berguna untuk meningkatkan kemampuan teknis para pendaki sebelum memulai ekspedisi.

"Dengan aerobik kami berlatih untuk menyimpan oksigen semaksimal mungkin di dalam tubuh," imbuhnya kemudian.

Yoppi bersama 11 orang anggota tim di Jakarta termasuk dalam pendaki gelombang kedua dalam ekspedisi pertama menaklukan puncak Gunung Cartenz Pyramid.

Kelompok gelombang pertama sedang berlatih di Bandung terdiri dari enam pendaki utama dan lima pelatih.

Sebelumnya enam anggota Tim Ekspedisi Indonesia Seven Summits telah mengadakan simulasi pendakian terakhir ke Gunung Gede, Rabu (17/3).

"Di Gunung Gede mereka berlatih membiasakan diri bertahan di lingkungan dengan kadar oksigen tipis, belajar bergerak bersama menggunakan tali, dan melakukan 'self rescue'," paparnya lagi.
 
Ia berharap di puncak Gunung Cartenz yang berketinggian 4.884 mdpl  para pendaki akan belajar beradaptasi dengan lingkungan bersalju yang akan mereka temui di keenam puncak gunung lainnya.

Keenam puncak gunung yang rencananya akan didaki tim ekspedisi itu adalah Gunung Kilimanjaro (5.963 mdpl) di Tanzania, Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia, Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina, Gunung McKinley/Denali (6.194 mdpl) di Alaska, Gunung Vinson Massif (4.897 mdpl) di Ellsworth Range Antartika, dan Gunung Everest (8.850 mdpl) di Nepal.

Tim Ekspedisi Indonesian Seven Summits gelombang pertama yang diketuai Ardeshir Yaftebbi itu rencananya akan dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Andy Malarangeng, 5 April mendatang.

Selain melepas tim ekspedisi itu Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga telah berjanji akan memberikan bantuan dana secara bertahap untuk mendukung tim kebanggaan bangsa itu.

"Untuk pendakian pertama ini Kemenpora sudah memberikan bantuan sebesar 300 juta rupiah dan untuk pendakian selanjutnya akan diserahkan secara bertahap," ungkap Yoppie menjelaskan.

Perjalanan yang memakan waktu sampai 2012 itu membutuhkan dana sebesar 10 miliar rupiah.

Selain Kemenpora tim ekspedisi dari Wanadri itu juga telah bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Kementrian Pariwisata dan Budaya, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT. Freeport, dan yang terakhir Kepolisian.
(ber/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010