Ambon (ANTARA News) - Sedikitnya 50 orang fotografer dari dalam dan luar negeri telah mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba foto bawah laut yang dijadwalkan berlangsung di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah 23-30 April mendatang.

Ketua seksi acara Panitia lokal Sail Banda 2010, Cak Saimima, di Ambon, Selasa, membenarkan, 50 fotografer dalam dan luar negeri telah mendaftarkan diri untuk mengikuti even yang bertujuan mengangkat keindahan alam bawah laut di Pulau Banda itu.

Para fotografer yang berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali dan peserta luar negeri akan datang ke Ambon dengan biaya sendiri, kemudian diinapkan di Mess Lanud Pattimura dan selanjutnya akan diberangkatkan ke Banda dengan menggunakan KM. Siwalima milik Pemprov Maluku untuk memulai kegiatan lomba.

Saimima mengakui, lomba foto bawah laut itu terselenggara berkat partisipasi dan kerjasama mantan Panglima Kodam (Pangdam) XVI/ Pattimura, Mayjen TNI. M. Noer Muis yang kini menjabat Pangdam I Bukit Barisan.

"Seluruh anggaran lomba foto bawah laut ini dibiayai secara pribadi oleh Mayjen Noer diantaranya piala dan bonus, sertifikat, honor 7 juri dari Jakarta, kaos peserta, benner/spanduk, kamera maupun biaya lainnya selama peserta mengikuti lomba di Banda," katanya.

Dia menambahkan, hasil lomba foto yang diikuti oleh fotografer dalam dan luar negeri itu, akan dijadikan bahan promosi tentang keindahan alam bawah laut di Maluku, khususnya di Pulau Banda ke luar negeri, guna menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah ini.

Lomba foto itu mempertandingkan tiga kategori yakni lomba foto makro, wide angle foto oborol dan juara masing-masing kategori akan memperoleh piala, bonus dan sertifikat.

Saimima menambahkan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga akan menggelar lomba foto bawah laut sebagai bagian dari pelaksanaan event pelayaran internasional Sail Banda 2010 Juni 2010 mendatang.

"Setelah peluncuran Sail Banda di Ambon, 15 April mendatang, akan banyak kegiatan yang dilakukan untuk mendukung event bahari internasional itu, dengan sasaran menarik perhatian dan kepercayaan dunia internasional terhadap kondisi keamanan di Maluku yang semakin kondusif dan menjadi salah satu daerah yang layak dikunjungi wisatawan maupun untuk berinvestasi dalam skala besar di masa mendatang," katanya.(Ant/R009)


Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010