Surabaya (ANTARA News) - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, menggagas pelaksanaan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau uji kemampuan berbahasa Inggris secara online.

"TOEFL online atau E-TEFL Online Test itu diberlakukan setelah mengalami uji coba selama lima kali," kata salah satu dosen penggagas sistem tersebut, Edi Satriyanto, S.Si, M.Si, di sela-sela peresmian program itu di kampus setempat, Kamis.

Menurut dia, E-TEFL yang diresmikan pemberlakuannya oleh Direktur PENS ITS Surabaya, Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng, Ph.D, itu dibuat karena seringnya ada masalah dengan pelaksanaan TOEFL.

"Tes konvensional itu banyak sekali kekurangannya, seperti proses koreksi hasil tes yang memakan waktu lama dan kemungkinan kaset rusak pada saat tes berlangsung, bahkan soal yang tidak acak atau random, sehingga memungkinkan terjadinya kecurangan pada saat tes," katanya.

Dengan memakai sistem itu, katanya, hasilnya akan dapat langsung diketahui dalam sesaat setelah tes secara keseluruhan usai.

"Jadwal laboratorium yang akan digunakan ujian pun dapat diatur secara fleksibel dengan kuota peserta lebih banyak. Soal yang diberikan juga telah diacak dari mulai urutan soal hingga urutan pilihan jawabannya, sehingga hal itu memperkecil kemungkinan mahasiwa berbuat curang," katanya.

Namun, katanya, hal itu bukan berarti aman, karena itu saat tes berlangsung pun tetap perlu dijaga oleh pengawas, sehingga tingkat keakuratan dan kemurnian jawaban pun lebih terjamin.

"Masalahnya, untuk mengikuti tes online itu, mahasiswa harus teregistrasi terlebih dahulu, karena itu kami menyelenggarakan tes untuk kalangan internal dan mahasiswa PENS ITS," katanya.

Secara terpisah, Direktur PENS ITS Surabaya, Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng, Ph.D, mengaku, salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing lulusan adalah melalui penguasaan bahasa asing.

"Untuk itu, kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan kemampuan bahasa asing lulusan PENS. Sekarang mungkin akan dikembangkan model preparation, sehingga mahasiswa dapat mengasah kemampuan bahasa asing sebelum mengikuti tes," katanya.

Ke masa depan, katanya, bukan tidak mungkin Laboratorium Bahasa juga dapat mengadakan tes kemampuan bahasa lain di luar bahasa Inggris, misalnya bahasa Arab, Jepang, Mandarin ataupun lainnya.

Sebelumnya (1/3), PENS telah merilis kartu cerdas (SmartCard) yang merupakan sistem presensi digital yang memanfaatkan keping dijital (chip) di dalamnya, sehingga kehadiran mahasiswa dapat diketahui, bahkan kartu pintar itu juga berfungsi sebagai kartu identitas (ID Card) pada sistem keamanan parkir kendaraan di PENS.
(T.E011/I007/P003)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010