Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa cadangan devisa sampai akhir triwulan pertama 2010 mencapai 71,8 miliar dolar, setara dengan 5,8 impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Dengan angka itu, berarti cadangan devisa Indonesia naik dibanding per 25 Februari lalu yang hanya 69,731 miliar dolar.

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI Darmin Nasution di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa kenaikan cadangan devisa sejalan dengan perkembangan positif bagi kinerja sektor eksternal Indonesia dalam tiga bulan pertama 2010.

Hal itu juga tercermin pada surplus transaksi berjalan Neraca Pembayaran Indonesia yang lebih tinggi dari perkiraan semula.

Darmin mengatakan, perbaikan kinerja ekspor tidak hanya terjadi pada komoditas berbasis sumber daya alam, tetapi juga ekspor produk manufaktur. Sementara impor juga mencatat peningkatan sejalan dengan akselerasi permintaan domestik dan ekspor.

Perkembangan yang positif ini, katanya, sejalan dengan asesmen Bank Indonesia terhadap perkembangan ekonomi daerah yang menunjukkan bahwa ekspor produk perkebunan dan pertambangan mencatat kenaikan.

Di sisi transaksi modal dan finansial, NPI juga mencatat surplus sejalan dengan aliran modal yang masih terus masuk karena kondisi makroekonomi yang membaik, serta imbal hasil rupiah yang masih menarik serta risiko investasi yang menurun.

Surplus NPI ini telah membuat nilai tukar rupiah pada triwulan-I ini mengalami penguatan sebesar 2,2 persen atau berada di kisaran Rp9.000 per dolar AS.

Darmin mengatakan bahwa penguatan rupiah tersebut selain didorong oleh fundamental perekonomian yang membaik, juga akibat menurunnya persepsi risiko serta masih menariknya imbal hasil.

(ANT/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010