Sepak Bola Dunia

Bos BeIN dibebaskan dari tuduhan kasus hak siar televisi

Bos BeIN dibebaskan dari tuduhan kasus hak siar televisi

Bos Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi meninggalkan Pengadilan Pidana Federal Swiss dalam kasus korupsi yang melibatkan dia dan mantan sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke pada 14 September 2020 di Bellinzona, Swiss selatan. ANTARA/AFP/FABRICE COFFRINI.

Jakarta (ANTARA) - Ketua grup media BeIN Sports yang berbasis di Qatar dan presiden klub sepak bola Prancis Paris St Germain, Nasser Al-Khelaifi, dibebaskan dalam kasus yang melibatkan pemberian hak siar televisi untuk Piala Dunia, kata tim pengacaranya seperti dikutip Reuters, Jumat.

Al-Khelaifi dituduh menghasut mantan sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke sehingga melakukan mismanajemen kriminal. Persidangan di Pengadilan Kriminal Federal Swiss ini tidak terkait dengan peran Al-Khelaifi dalam Paris St Germain.

Baca juga: Swiss buka kasus kriminal mantan sekjen FIFA

Pengadilan belum merilis pemberitahuan resmi soal putusan ini.

"Setelah empat tahun berkampanye tanpa henti melawan saya yang mengabaikan fakta dasar dan hukum dalam setiap kesempatan - saya akhirnya, sepenuhnya dan benar-benar telah membersihkan nama saya. Putusan hari ini adalah pembenaran total," kata Al-Khelaifi dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh tim pengacaranya.

"Putusan ini memulihkan keyakinan saya kepada supremasi hukum dan dalam proses yang semestinya, setelah empat tahun mendapatkan dakwaan tak berdasar, tuduhan fiktif, dan upaya terus-menerus mencoreng reputasi saya."

Pengadilan juga diperkirakan mengeluarkan putusan Jumat atas perkara Valcke yang didakwa menerima suap, melakukan kejahatan mismanajemen dan pemalsuan dokumen. Valcke membantah telah menyalahi aturan.

Baca juga: FIFA akan beri akses surel Valcke kepada jaksa Swiss
Baca juga: Mantan Sekjen FIFA Valcke ajukan banding kasusnya

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar