Banda Aceh (ANTARA News) - Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menyatakan gempa yang mengguncang daerah ini dan berpusat di Kabupaten Simeulue, Rabu, sekitar pukul 05.15 WIB merupakan gempa terbesar pascagempa dan tsunami pada 26 Desember 2004.

"Ini merupakan gempa terbesar setelah lima tahun peristiwa gempa dan tsunami," katanya kepada ANTARA di Banda Aceh, Rabu.

Gempa berkekuatan 7,2 pada Skala Richter (SR) yang pusatnya berdekatan dengan wilayah Simeulue itu ikut dirasakan sebagai besar masyarakat di Provinsi Aceh.

Gempa yang disertai tsunami akhir 2004, mengakibatkan lebih 200 ribu jiwa meninggal dunia dan hilang serta menghancurkan berbagai fasilitas publik dan rumah penduduk di sejumlah wilayah di Aceh.

Wagub menyebutkan meski tidak ada korban meninggal akibat gempa namun tercatat 12 warga korban luka, empat diantaranya cedera berat dan kini dalam perawatan di rumah sakit setempat.

Gempa tersebut juga mengakibatkan beberapa gedung pemerintah dan rumah masyarakat mengalami retak.

Muhammad Nazar yang juga Ketua Satkorlak PB Provinsi Aceh, gempa Simeulue juga mengakibatkan puluhan tiang listrik rubuh di sejumlah kecamatan di pulau tersebut.

Pemerintah Aceh, tambahnya, menyatakan simpati dan akan mendata berbagai kerusakan dan dibutuhkan masyarakat korban gempa tersebut.

Simeulue merupakan salah satu dari 23 kabupaten/kota yang wilayahnya berada di kepulauan atau sekitar 100 mil laut dari pesisir pantai barat Provinsi Aceh.

Selain itu, Wagub Muhammad Nazar mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada jika terjadi gempa.
(A042/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010