Angkat Besi

Indonesia target pertajam rekor di Kejuaraan Dunia Remaja Virtual 2020

Indonesia target pertajam rekor di Kejuaraan Dunia Remaja Virtual 2020

Lifter Indonesia Muhammad Faathir menaiki podium setelah meraih medali emas pada kejuaraan angkat besi junior dan remaja di Tashkent, Uzbekistan, Sabtu (15/2/2020). ANTARA/HO PB PABBSI/am.

Mengenai target, kami membidik memperbaiki rekor sebelumnya
Jakarta (ANTARA) - Indonesia menargetkan bisa mempertajam rekor yang telah diraih sebelumnya saat nanti berlaga pada Kejuaraan Dunia Remaja Virtual 2020 di Lima, Peru pada 11-18 November mendatang.

Pelatih kepala pelatnas angkat besi Dirdja Wiharja menuturkan bahwa lifternya, terutama Muhamad Faathir dan Rizky Juniansyah harus mampu memperbaiki rekor sebelumnya yang diraih pada Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior, Februari lalu.

“Mengenai target, kami membidik memperbaiki rekor sebelumnya pada Kejuaraan Remaja di Uzbekistan dengan prestasi yang dicapai oleh Muhamad Faathir dan Rizky Juniansyah yang memperoleh emas," kata Dirdja dalam siaran pers, Jumat.

Faathir dan Rizky adalah dua lifter junior andalan Indonesia karena kerap mencatatkan hasil impresif di berbagai kejuaraan.

Baca juga: Faathir dan Rizky Juniansyah ikuti kejuaraan dunia junior online

Pada Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior 2020 di Tashkent, Uzbekistan pada Februari, Faathir yang turun di kelas 61 kg itu menyumbang tiga medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia remaja, yaitu clean and jerk dari 153 kg menjadi 154 kg serta total angkatan dari 272 kg menjadi 273 kg.

Hasil itu sekaligus mempertajam rekor dunia remaja atas namanya sendiri ketika tampil pada Kejuaraan Angkat Besi Junior dan Remaja di Pyongyang, Korea Utara, Oktober 2019. Lifter berusia 16 tahun itu memecahkan rekor clean and jerk 153 kg dan total angkatan 272 kg.

Demikian juga dengan Rizky Juniansyah yang sama-sama memperoleh tiga medali emas kategori remaja di Uzbekistan. Dia juga memecahkan dua rekor dunia remaja di kelas 73 kg. Dua rekor yang dipecahkannya, yaitu snatch dari 138 kg menjadi 139 kg serta total angkatan dari 306 kg menjadi 307 kg.

Ia menargetkan untuk mempertajam rekor Asia yang dibuatnya pada kejuaraan di Uzbekistan. Namun pada turnamen yang digelar secara virtual di Peru nanti, ia mengaku harus berjuang lebih keras karena adanya perbedaan waktu yang cukup jauh antara Indonesia dan Peru.

Baca juga: Setelah vakum lima bulan, PB PABBSI uji lifter lewat tes internal

"Ya saya kebagian bertanding pada 13 November sekitar pukul 4.30 pagi, sedangkan waktu timbang badan pada pukul 2 pagi. Kita harus membiasakan dengan adanya perbedaan waktu," kata Rizky.

“Target saya mempertajam semua total angkatan. Lawan terberat yang akan saya hadapi lifter dari Rusia," ujar dia menambahkan.

Kejuaraan dunia angkat besi yang untuk pertama kalinya digelar secara virtual itu akan mempertemukan para lifter yang bertanding di negaranya masing-masing. Terdapat 62 negara yang akan ikut serta, dengan jumlah peserta 425 atlet termasuk Indonesia.

Indonesia akan diwakili oleh empat lifternya pada turnamen tersebut. Mereka adalah Najla Khoirunisa (45 kg) dan Luluk Diana Triwijayana (49 kg) di bagian putri, serta Muhammad Faathir (61 kg) dan Rizky Juniansyah (73 kg) di bagian putra.

Baca juga: Indonesia kirim empat lifter ke Kejuaraan Dunia Remaja Virtual 2020
Baca juga: Angkat besi terancam absen Olimpiade akibat korupsi


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Rahmat Erwin Abdullah gantikan ayahnya raih medali emas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar