COVID-19 telah menginfeksi lebih 1.000 orang di Sulawesi Tengah

COVID-19 telah menginfeksi lebih 1.000 orang di Sulawesi Tengah

Ilustrasi - Sejumlah pengunjung menikmati salah satu wahana permainan di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/11/2020). Pengelola permainan tersebut terpaksa membatasi jumlah pengunjung guna mengantisipasi penularan COVID-19 di daerah yang sudah masuk kategori transmisi lokal tersebut. ANTARA/Basri Marzuki/aww.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh. Haris Kariming menyebut 59 orang terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini sehingga secara kumulatif COVID-19 telah menginfeksi lebih 1.000 orang di provinsi tersebut.

"Hari ini 59 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Secara kumulatif total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sampai saat ini berjumlah 1.047 orang, sebanyak 59 orang terkonfirmasi COVID-19 hari ini berada di sejumlah daerah," katanya di Palu, Ahad malam.

Antara lain, 11 orang di Kota Palu, 13 orang di Kabupaten Banggai, 21 orang di Morowali, 13 orang di Banggai Kepulauan dan satu orang di Banggai Laut

Selain itu Haris mengatakan 1 pasien COVID-19 juga dinyatakan telah sembuh hari ini yakni tiga orang di Banggai, enam orang di Palu, satu orang di Donggala dan satu orang di Sigi.

Baca juga: Pasien COVID-19 di Sulteng bertambah 25 orang dan 11 orang sembuh

Baca juga: Pasien COVID-19 Sulteng bertambah jadi 906 orang dan sembuh 685 orang


"Sehingga secara kumulatif total pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh berjumlah 745 orang. Mereka telah diizinkan pulang dan berkumpul, namun harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19," ujarnya.

Sementara itu hingga saat ini 41 pasien COVID-19 meninggal dunia dan 261 pasien saat ini masih menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

"Adapun 127 sampel usap COVID-19 saat ini masih dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu," ujarnya.

Haris berharap hasil pemeriksaan 127 sampel usap tersebut negatif agar tidak terjadi ledakan kasus COVID-19 di Sulteng.

Dia mengimbau masyarakat agar mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan di Sulteng," katanya.*

Baca juga: Nadiem Makarim: Kepsek berwenang atur peruntukkan dana BOS

Baca juga: Menakar strategi paslon gubernur-wagub Sulteng cegah COVID


Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemuda Palu bangun pasar digital UMKM Sulteng

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar