Menkopolhukam: Gatot bersedia terima tanda kehormatan tapi tak hadir

Menkopolhukam: Gatot bersedia terima tanda kehormatan tapi tak hadir

Dokumentasi - Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) TNI Gatot Nurmantyo, bersedia menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera namun tidak dapat hadir pada upacara penyematan di Istana Negara, Rabu (11/10), karena alasan pandemi Covid-19.

“Dalam suratnya, Gatot Nurmantyo itu menyatakan menerima pemberian bintang jasa ini, tetapi beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan, pertama karena alasan Covid-19,” kata Mahfud dalam pernyataan video yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Gatot Nurmantyo tidak hadiri acara pemberian bintang jasa di Istana

Mahfud mengatakan justru karena situasi pandemi Covid-19, pemerintah memutuskan untuk membagi dua sesi upacara pemberian tanda kehormatan ini. Sesi pertama dilakukan pada Agustus 2020, dan kedua pada 11 November 2020 ini. Hal tersebut, kata Mahfud, untuk mengurangi potensi terjadinya kerumunan dan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

“Karena musim Covid-19 kita pecah dua, tapi tidak lebih dari tahun 2020. Menurut Sekretaris Militer, Mayor Jenderal TNI Suharyanto, harus rampung tahun ini sebagai hak karena tahun berikutnya sudah ada lagi gitu,” ujar dia.
 

Sejumlah tokoh hadir saat upacara penganugrahan Bintang Mahaputera oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/11/2020). Syarat khusus penerima anugerah Bintang Mahaputera adalah berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara; pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara. ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/aa.

Baca juga: Mahfud MD bilang bukan hal aneh GN diberi Bintang Mahaputera

Menkpolhukam menegaskan Istana Kepresidenan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan Covid-19 dalam setiap acara di Istana. Protokol kesehatan itu diterapkan kepada seluruh tamu undangan, baik itu sebelum acara, dan selama acara berlangsung.

“Bahwa karena Covid-19 kita sudah liat ada protokol kesehatan yang ketat, baik sebelum masuk, akan masuk, dan di dalam pun,” ujar dia.

Menurut Mahfud, karena Gatot menyatakan bersedia menerima tanda kehormatan, maka tanda kehormatan tersebut akan dikirimkan melalui sekretaris militer.

Baca juga: Mahfud: Presiden akan anugerahkan Gatot Nurmantyo Bintang Mahaputera

“Beliau menyatakan menerima ini, hanya tidak bisa hadir dalam penyematannya,” kata Mahfud.

Pada Rabu ini, Presiden Joko Widodo menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera, dan Bintang Jasa kepada para pejabat negara/mantan pejabat negara Kabinet Kerja 2014-2019, dan ahli waris dari tenaga medis dan tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani Covid-19.

Penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 118 dan 119/TK/TH 2020.

Baca juga: Gatot: TNI-Polri jangan mau dibenturkan

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah resmi bentuk Tim Kajian UU ITE

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar