Jakarta (ANTARA News) - Indonesia telah sepakat untuk membantu Mesir untuk mengolah dan memanfaatkan tanaman enceng gondok sungai Nil mulai Juni 2010.

"Kesepakatan ini sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun lalu, dan tindaklanjutnya akan ditandatangani Pak Menteri (Sjarifuddin Hasan) awal Juni 2010," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Guritno Kusumo, di Jakarta, Senin.

Indonesia telah sepakat untuk membantu pemerintah Mesir memanfaatkan tanaman enceng gondok yang tumbuh liar dan mulai mengganggu keseimbangan ekosistem di sungai Nil, Mesir.

Enceng gondok tersebut, kata Guritno, sebagian besar akan diolah menjadi bahan baku meubel dan kerajinan seperti yang selama ini dilakukan oleh pelaku UKM di Indonesia.

"Kami juga mempertimbangkan soal Haki (Hak Kekayaan Intelektual), bahwa produk bisa mereka gandakan tetapi hak paten dan idenya tetap milik kita. Itu tertuang dalam dokumen kerja sama yang akan ditandatangani," katanya.

Pihaknya masih membicarakan persoalan teknis tentang kerja sama tersebut.

Menurut rencana, pihaknya akan mengirimkan sejumlah perajin enceng gondok ke Mesir untuk melatih masyarakat di sana mengolah enceng gondok.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng Asmindo (Asosiasi Perajin Meubel dan Kerajinan Indonesia) untuk melakukan joint venture dengan perusahaan serupa di Mesir.

"Kemudian kesepakatan akan berlanjut B to B antara Asmindo dengan pengusaha Mesir," katanya.

Soal penggunaan merek untuk produk yang akan dihasilkan, Guritno menegaskan, hal itu juga merupakan domain bisnis antara Asmindo dengan calon partnernya di Mesir.

Imbal hasil kerja sama juga, menurut Gurit, menjadi domain bisnis mereka.

"Ini juga sebagai bentuk mempererat persahabatan dua negara antara Indonesia dengan Mesir," demikian Guritno Kusumo.(H016/A024)


Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010