Makassar (ANTARA News) - Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Irjen Pol Adang Rochjana meminta Direktorat Reserse dan Kriminal (Ditreskrim) secepatnya mengungkap kasus pencurian brankas keuangan Polda.

"Saya sudah meminta kepada Ditreskrim khususnya Direktur Reskrim Kombes Pol Mulyawan untuk segera mengungkap kasus pencurian brankas ini secepatnya," kata Adang Rochjana di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, kasus pencurian brankas yang terjadi di Polda Sulselbar Senin (19/4) itu menambah banyak jumlah kasus pencurian dan perampokan.

Dalam kasus pembobolaan ruangan Bendahara Satuan Kerja (Bensatker) Polda Sulselbar itu, sebanyak Rp1,2 miliar lebih uang yang tersimpan dalam brankas tersebut raib dibawa kabur oleh maling.

Kapolda mengaku kaget mendengar adanya laporan pencurian itu, karena dirinya tidak mengetahui dan tidak pernah mendapatkan laporan keuangan dari Bensatker jika uang sebanyak itu tersimpan dalam brankas bendahara.

Hingga saat ini 12 anggota Polri sudah dimintai keterangannya, lima dari Bensatker dan tujuh dari bendahara sekretaris pribadi pimpinan (Spripim) Polda Sulselbar.

Beberapa anggota yang sudah dimintai keterangannya antara lain, Kompol MI, Ipda Kas, Bripka Dah, Briptu Ab, PNS Polda, Drs HS dan Her serta pegawai harian lepas (PHL) Aw. (MH/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010