Denpasar (ANTARA News) - Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA), mengumumkan potensi kehilangan pendapatan 40 juta dolar AS akibat pembatalan jadwal penerbangan internasional dari dan ke Eropa sebagai imbas debu gunung gletser di Eslandia.

Manajemen SIA dalam laporan tertulis dari Singapura yang diterima ANTARA di Denpasar, Jumat menyatakan, kerugian 40 juta dolar AS dalam beberapa pekan itu terdiri 10 juta dolar AS akibat pembatalan penerbangan kargo dan 30 juta dolar AS karena pembatalan penerbangan penumpang/pelanggan.

Menurut SIA, dari jumlah 30 juta dolar AS itu, telah diantisipasi sebagian besarnya akan meningkat karena penundaan penerbangan sesuai jadwal normal dari mitra-mitranya di seluruh dunia.

Terkait bencana alam di Eslandia yang juga berdampak pada penerbangan ke Bali itu, di seluruh belahan dunia SIA juga harus menanggung biaya akomodasi, belanja makanan dan minuman. Selain itu biaya transportasi darat dari dan ke hotel tempat para pelanggan harus diinapkan akibat bencana alam tersebut, dengan perkiraan hingga 10 juta dolar AS.

Akan tetapi, SIA telah menyatakan komitmennya untuk membayar biaya pembatalan dan perubahan jadwal penerbangan ke dan dari Eropa kepada pelanggan yang telah mengonfirmasi keberangkatannya dengan maskapai penerbangan itu.

Pembayarannya bisa diberikan kepada pelanggan yang memiliki tiket dari dan ke Eropa yang dikeluarkan hingga 15 April 2010 dan dijadwalkan untuk menerbangi rute internasional tersebut sampai 2 Mei 2010.

Sejak dua hari terakhir, ruang udara Eropa di berbagai bandar udara internasionalnya telah dinyatakan terbuka kembali dan aman untuk aktivitas penerbangan, baik domestik atau pun mancanegara.
(A037/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010