Jakarta (ANTARA News) - Mendiknas Mohammad Nuh meminta kepada para orang tua dan siswa yang belum lulus ujian nasional (UN) tingkat SMA dan yang sederajat agar tidak risau, tetapi mempersipakan diri untuk mengikuti UN ulangan pada 10-14 Mei 2010.

"Tidak lulus salah satu atau seluruh mata pelajaran UN 2010, masih terbuka kesempatan UN ulangan bagi siswa yang tidak lulus, sehingga siswa memiliki kesempatan mengulang agar lulus," kata Mendiknas kepada pers seusai melantik Rektor Unversitas Ngeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Bedjo Sujanto, MPd di Jakarta, Senin.

Mendiknas menyatakan optimis bahwa siswa yang gagal dalam UN SMA 2010 akan dapat lulus, karena sebagian besar atau 64 persen siswa yang gagal UN 2010 hanya dalam satu mata pelajaran, seperti sebagian besar mereka tidak lulus dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Biologi.

Oleh karena itu, ia meminta kepala sekolah dan siswa yang belum lulus pada UN SMA 2010 agar mempersiapkan belajar secara serius tentang mata pelajaran yang tidak lulus pada UN tersebut sehingga dapat mengerjakan UN ulangan dengan minimal nilai 5,5.

Menurut Mendiknas, banyaknya siswa yang tidak lulus UN SMA dan yang sederajat pada UN 2010 atau turun empat persen dibanding 2009, antara lain proses belajar di sekolah tidak optimal, kesadaran siswa yang terkesan santai, faktor sarana dan prasarana belajar seperti buku dan guru di sekolah yang belum memadai.

Selanjutnya, kata Nuh, Kemendiknas akan melakukan evaluasi dan analisis tentang jenis mata pelajaran yang sebagian besar siswa gagal mengerjakan, letak sekolah dan wilayahnya, sehingga Kemendiknas akan melakukan intervensi kebijakan seperti memberikan pelatihan untuk mata pelajaran yang gagal dikerjakan siswa.

"Jadi orientasi UN bukan hanya sebagai tolok ukur kelulusan siswa, tetapi sebagai pemetaan sekolah, yaitu untuk mengetahui dan memberikan intervensi kebijakan penguatan terhadap sekolah-sekolah di mana saja yang mata pelajaran UN belum mampu diserap siswanya," katanya.

Ketika ditanya tentang sejumlah SMA seperti SMAN 112 Jakarta dan SMAN 78 Jakarta yang belum mengumumkan hasil UN karena sebagian siswa ke dua sekolah itu data siswa "hilang". Mendiknas menyatakan, pihak akan mengecek ke tempat pemindaian data di UNJ dan Kepala Dinas Pendidikan Pemprof Jakarta.

Sebelumnya, sedikitnya tiga SMA di Jakarta, pada Senin (26/4) seperti SMAN 112, SMAN 78 dan SMA Joshua belum mengumumkan hasil UN kepada siswanya, karena masih menunggu klarifikasi tidak keluarnya data kelulusan dari sebagian siswanya dari tempat pemindaian soal UN di UNJ.(Ant/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010