Presiden Jokowi tinjau simulasi vaksinasi COVID-19 di Bogor

Presiden Jokowi tinjau simulasi vaksinasi COVID-19 di Bogor

Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah puskesmas yang berlokasi di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, (18/11/2020). Presiden Jokowi meninjau kegiatan simulasi vaksinasi Covid-19 yang digelar di puskesmas tersebut. Usai sidak simulasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Presiden, didampingi oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Wali Kota Bogor Bima Arya, memberikan keterangan pers. Presiden menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan masyarakat merupakan prioritas paling tinggi dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 mendatang. ANTARA/BPMI Setpres/Kris/pri.

Bogor (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan simulasi vaksinasi COVID-19 bagi 47 orang warga Kota Bogor di Puskesmas Tanah Sareal, Senin. 

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan pada peninjauan tersebut Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Baca juga: Presiden harapkan Muhammadiyah ikut perangi hoaks vaksin COVID-19

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meninjau alur proses pemberian vaksin serta kesiapan Pemerintah Kota Bogor maupun warga yang akan menerima vaksin.

Menurut Bima Arya, warga Kota Bogor yang hadir untuk menjalani simulasi vaksinasi adalah warga yang telah didata oleh Dinas Kesehatan dan sesuai dengan target penerima vaksin.

Baca juga: Dua ahli pediatrik kawal pengujian vaksin percepat penanganan COVID-19

"Mereka adalah ASN, TNI, Polri, dan guru. Jumlahnya ada 47 orang yang disimulasi," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bima Arya juga turut mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau alur prosesi simulasi pemberian vaksin COVID-19 di Puskesmas Tanah Sareal.

Baca juga: Presiden perkirakan pemberian vaksin COVID-19 pada Desember

Pada simulasi tersebut, prosesinya dibagi menjadi beberapa tahapan. Warga Kota Bogor yang telah terdata dan diundang untuk hadir, duduk di kursi tunggu. Disediakan sekitar 30-an kursi tunggu.

Warga penerima vaksin, kemudian dipanggil dan menjalani prosesi di meja pendaftaran. Tampak ada empat meja pendaftaran.

Menurut Bima Arya, dari hasil simulasi, penerima vaksin menjalani prosesnya mulai pendaftaran sampai divaksinasi sekitar 45 menit.

"Setelah disuntik vaksin, penerima vaksin itu juga diminta menunggu sekitar 30 menit untuk melihat apakah ada reaksi dari penyuntikan vaksin. Kalau tidak ada reaksi dipersilahkan pulang," katanya.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar