Tingkatkan layanan penerbangan, AP II modernisasi sub tower AMC Soetta

Tingkatkan layanan penerbangan, AP II modernisasi sub tower AMC Soetta

Petugas memantau pergerakan lalu lintas penerbangan di apron Terminal 3. (ANTARA/HO-Angkasa Pura II)

Melalui digitalisasi, kami membawa industri pengelolaan bandara di dalam negeri ke level selanjutnya
Jakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan modernisasi sistem operasi dari Sub Tower Apron Movement Control (AMC) Terminal 3 untuk meningkatkan layanan penerbangan.

AP II pada tahun 2020 telah melakukan digitalisasi terhadap Flight Progress Strip (FPS) sejalan dengan pengembangan aspek Infrastructure and Operation System di dalam Transformation 2.0 yang dijalankan perseroan pada 2020 – 2024.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu mengemukakan FPS merupakan data rencana penerbangan yang digunakan personel Sub Tower AMC sebagai dasar memandu pesawat di movement area.

"Sebelumnya, data-data FPS ditulis di atas kertas alias manual. Dan, pada tahun ini telah dilakukan digitalisasi sehingga data-data FPS tersebut dapat ditampilkan lebih cepat di suatu platform operasi sehingga sangat membantu personel di Tower AMC untuk dapat memandu pesawat serta memberikan instruksi dengan cepat dan tepat," paparnya.

Ia mengatakan implementasi digitalisasi FPS merupakan salah satu wujud perseroan dalam menerapkan konsep "leading digital" yakni upaya memperkuat Angkasa Pura II melalui digitalisasi seluruh aspek baik itu pelayanan, operasional dan bisnis.

"Melalui digitalisasi, kami membawa industri pengelolaan bandara di dalam negeri ke level selanjutnya," katanya.

Modernisasi Tower AMC T3 jelas dapat meningkatkan safety, security, services through compliance (3S+1C) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca juga: Angkasa Pura II incar jadi pemimpin pasar operator bandara ASEAN
Baca juga: Pasar penerbangan Bandara Soekarno-Hatta dalam tren positif


Sementara itu Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi menuturkan melalui digitalisasi FPS diharapkan dapat berdampak pada meningkatnya tingkat ketepatan waktu [on time performance/OTP] penerbangan dari maskapai.

Penerapan konsep Leading Digital mendukung terjaganya pelayanan dan operasional bandara-bandara PT Angkasa Pura II termasuk di tengah pandemi COVID-19.

Implementasi Leading Digital ini adalah pengembangan tiga platform digital yang dikenal dengan DROID Platform, yakni INAirports, iPerform dan Smart ACDM.

INAirports merupakan platform ekosistem layanan dan informasi bandara bagi pelanggan/traveler melalui iOS dan Android.

Sementara itu, iPerform merupakan platform untuk memonitor operasional bandara secara realtime dan informasi lainnya guna memudahkan pekerjaan karyawan di seluruh unit.

AP II juga merintis Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara Soekarno-Hatta sebagai platform untuk mengintegrasikan ekosistem eksternal guna menerapkan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM). Platform ini dikenal dengan nama Smart A-CDM.

Baca juga: AP II pastikan perbaikan fasilitas di Terminal 3 sudah selesai
Baca juga: Libur panjang, Menhub apresiasi protokol kesehatan di Bandara Soetta


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AP II gagas konsep Aerocity di Bandara Minangkabau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar