Persentase keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU di DKI meningkat

Persentase keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU di DKI meningkat

Tim dokter memeriksa awal pasien wabah corona atau COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (28/3/2020) (ANTARAS/HO-Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet)

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa persentase keterpakaian tempat tidur isolasi harian atau ruang rawat inap maupun ruang ICU di 98 RS Rujukan COVID-19 di DKI Jakarta meningkat 
dalam sepekan terakhir.

Tingkat keterpakaian tempat tidur isolasi harian setiap pekannya adalah 66 persen (10/10), 63 persen (17/10), 59 persen (24/10), 54 persen (31/10), 56 persen (7/11), 63 persen (14/11) dan 73 persen (21/11).

Adapun tingkat keterpakaian ruang ICU secara  67 persen (10/10), 66 persen (17/10), 62 persen (24/10), 59 persen (31/10), dan 60 persen (7/11), 68 persen (14/11) dan 70 persen (21/11).

"Berdasarkan data tersebut, tingkat keterisian tempat tidur RS untuk perawatan pasien kasus terkait COVID-19 di DKI Jakarta mulai terjadi peningkatan selama dua pekan terakhir," kata Anies di Jakarta, Ahad malam.

Saat ini dari 6.012 tempat tidur isolasi, sebanyak 4.417 atau 73 persen sudah terisi. Di sisi lain, keterpakaian ruang ICU sudah mencapai 70 persen atau 591 sudah terisi dari 841 kapasitas maksimal.

Pemprov DKI Jakarta perlu mengingatkan bahwa COVID-19 adalah penyakit menular yang bukan hanya dilihat soal tingkat kesembuhannya yang tinggi, tapi juga penularannya yang begitu mudah dan masif.

Sehingga, kata Anies, semua pihak harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, dengan harapan jika tingkat penularan rendah maka tidak akan membebani sistem kesehatan.

"Mari kita lindungi seluruh tenaga medis, tenaga kesehatan sebagai garda pertahanan terakhir. Garda terdepan untuk mengentaskan penyakit ini adalah kita semua dengan menekan angka penularan," kata Anies.

Anies mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan dan melaporkan bila terjadi pelanggaran. "Jangan ragu untuk menghubungi kami bila mengalami gejala atau merasa terpapar," ujar Anies.

Baca juga: DKI perpanjang PSBB Transisi hingga 6 Desember 2020
Baca juga: Kapolsek Metro Tanah Abang positif COVID-19
Baca juga: Kapolda: Ada klaster COVID-19 di Petamburan
Para perawat medis di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. (ANTARA/HO)
Pemprov DKI Jakarta mencatat data 98 RS Rujukan COVID-19 di DKI Jakarta per 21 November 2020. 

- 19 RSUD memiliki total ruang isolasi 1.554 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 68 persen dan total ruang ICU 230 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 75 persen.

- Sembilan RS Vertikal Kemenkes memiliki total ruang isolasi 652 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 63 persen dan total ruang ICU 165 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 75 persen

- Enam RS TNI/POLRI memiliki total ruang isolasi 796 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 73 persen dan total ruang ICU 130 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 43 persen.

- Enam RS BUMN/Kementerian lain memiliki total ruang isolasi 745 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 73 persen dan total ruang ICU 143 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 76 persen.

- 58 RS Swasta memiliki total ruang isolasi 2.265 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 81 persen dan total ruang ICU 173 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 75 persen.

Peningkatan okupansi tempat tidur rawat inap dan ICU untuk pasien COVID-19 disebabkan terjadinya peningkatan kasus positif COVID-19 yang pada Sabtu (21/11) mencapai rekor terbaru dengan 1.579 kasus.

Atas peningkatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif selama 14 hari terhitung 23 November sampai dengan 6 Desember 2020.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPU segera ganti petugas KPPS yang tolak tes cepat COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar