Jepara (ANTARA News) - Pengawas ujian di Madrasah Ibtidaiah Manbaul Falihin di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, membantu siswi buta mengerjakan soal ujian akhir sekolah berstandar nasional dengan membacakan soal UASBN dan memberikan tanda pada lembar jawab.

Bahkan, Bupati Hendro Martojo yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Bunaji, ikut menyemangati Ayu Sundari saat mengerjakan soal UASBN di MI Manbaul Falihin, Jepara, Rabu.

Sementara itu, Kepala Sekolah MI Manbaul Falihin, Jumainah, mengaku baru mengetahui Ayu Sundari mengalami kebutaan mendadak saat latihan mengerjakan soal sebelum UASBN.

"Saat itu, dia memberikan jawaban dengan tanda silang di tempat yang tidak tepat, seperti di antara jawaban A dan B," ujarnya.

Kemudian pihaknya berupaya menolongnya dengan membawa ke optik di Jepara untuk diberi kacamata. Namun, siswi tersebut tetap tidak bisa melihat.

Untuk mengetahui penyebab kedua mata Ayu yang tidak bisa melihat lagi, orang tuanya siswi tersebut memeriksakannya ke rumah sakit di Kudus. "Hasilnya, bagian saraf matanya terinfeksi," kata Jumainah.

Ayu mengalami kebutaan secara mendadak sejak 6 April lalu. Putri pertama dari tiga bersaudara keluarga Fahrurorozi, warga Desa Ngabul, ini oleh orang tuanya berulang diperiksakan ke dokter spisialis mata, namun belum ada perkembangan.

Akhirnya, dia harus mengikuti UASBN dengan kondisi tidak bisa membaca bahan ujian. Dan, pengawas ujian pun membantunya dengan membacakan soal UASBN dan memberikan tanda jawaban yang dipilih Ayu Sundari.

Untuk kelancaran dalam mengerjakan soal ujian, Ayu ditempatkan di ruang tersendiri dengan didampingi pengawas ujian.

Adapun jumlah peserta UASBN di MI Manbaul Falihin sebanyak 16 siswa.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Bunaji, menegaskan siswa yang tidak bisa mengikuti UASBN karena alasan sakit, bisa mengikuti ujian susulan.

"Setidaknya, siswa yang tidak bisa ikut UASBN jangan terlalu khawatir karena kesempatan melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya tidak akan tertunda mengingat masih ada ujian susulan," ujarnya.

Bagi siswa yang tidak bisa mengikuti ujian susulan, kata dia, dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang pada ujian tahun berikutnya.

Disebutkan pula, pelaksanaan ujian tahun ini dikuti 19.026 siswa dari sekolah dasar (SD), MI, dan sekolah dasar luar biasa (SDLB).
(U.KR-AN/B/D007/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010